KPAI Desak Usut Tuntas Kekerasan Guru SMK di Purwokerto

JAKARTA, KRJOGJA.com – Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta diusut tuntas kasus kekerasan guru SMK di Purwokerto.

Menurut Retno Listyarti dalam keterangan persnya Jumat (20/4 2018) dari peredaran secara  viral penamparan yang dilakukan seorang  oknum guru di dalam kelas, diduga  peristiwanya terjadi di salah satu SMK Swasta di Purwokerto, Jawa Tengah. 

Dalam video tersebut, pemukulan menyasar wajah atau pipi korban. Terlihat dalam video,  pemukulan dilakukan dengan ancang-ancang dan sekuat tenaga, saking kerasnya korban pemukulan berpotensi memar dan telinga berdengung beberapa waktu. 

Setelah video pemukulan tersebut viral, tiba-tiba muncul video klarifikasi yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Dari unggahan video klarifikasi tersebut, ada indikasi pelaku ingin menyampaikan pesan bahwa tujuannya memukul adalah dalam rangka mendidik dan ingin menunjukkan bahwa para korban menerima dan tidak dendam. 

“Namun, bagi KPAI cara klarifikasi oknum guru tersebut malah makin menunjukkan bukti kepada penegak hukum bahwa si guru kerap melakukan kekerasan,  bahkan tanpa rasa bersalah dan menganggap itu bagian dari mendidik atau mendisiplinkan”, ujar Retno Listyarti.

KPAI menduga, ucapan dan jawaban anak-anak korban dalam video klarifikasi tersebut adalah jawaban dibawah tekanan atau menjawab sesuai keinginan si oknum guru, karena video sengaja dibuat oleh oknum guru di lingkungan sekolah. Selain itu, ada  ketimpangan relasi antara guru-murid, dimana murid tidak akan berani menjawab sesuai apa yang dia rasakan dan alami. 

Terkait kasus pemukulan tersebut kami prihatin alamm terhadap para korban pemukulan oknum guru di SMK tersebut dan mengutuk keras pendekatan guru dalam mendisiplinkan siswa di kelas dengan cara-cara kekerasan. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI