KPAI Kampanyekan Perlindungan Anak

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih sangat tinggi dan sudah memasuki tahap darurat. Fakta tersebut terungkap atas data yang diterima oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), selama ini anak masih terus menjadi incaran kejahatan baik kekerasan fisik, psikis, verbal, simbolik, seksual hingga cyber. Karena itu, guna menekan angka kekerasan terhadap anak, KPAI giat mengkapanyekan dan mensosialisasikan perlindungan anak dengan menggandeng artis dan public figure.

"Kami mengajak dari Miss Indonesia, Putri Indonesia, Ketua PARFI 56 dan PASKI untuk mengoptimalkan perlindungan anak, caranya dengan berkomitmen sesuai dengan profesi masing-masing untuk selalu menyisipkan isu perlindungan anak dalam program-program mereka. Mereka ini kan dikenal, pengikutnya juga banyak jadi diharapkan akan memiliki dampak pada perlindungan anak," kata Ketua KPAI, Dr Susanto MA di kantor KPAI Jakarta, Kamis (05/04/2018).

Dikatakan Susanto, semua pihak bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan terhadap anak. Tak hanya orangtua, namun juga negara, pemerintah pusat dan daerah, pendidik, tokoh figur dan artis. Perlindungan anak dapat diwujudkan dengan membudayakan perlindungan anak seperti melatih dan memasyarakatkan perlindungan anak.

"Saat ini Indonesia dihadapkan tantangan yang cukup serius. Pertama kami melihat jika hari ini dan sekian tahun kedepan kita nggak melakukan upaya dan serius melakukan perlindungan ke anak, kita akan lost generation. Potretnya cukup sederhana. misalnya kasus kejahatan seksual pada anak cukup tinggi. Tentu ini tidak bisa dibiarkan. Keluarga, masyarakat, pemerintah harus turut aktif," jelasnya.

Ketua PARFI 56 Marcela Zalianty mengatakan dirinya akan turut aktif mensosialisasikan perlindungan anak. Ke depan ia berencana menyisipkan dalam program PARFI untuk menciptakan masyarakat ramah anak dan berbudaya. Dengan demikian, hal ini akan membantu meminimalisir kekerasan terhadap anak. (*-3)

BERITA REKOMENDASI