KPI Ingin Terapkan Azas Cabotage Secara Konsisten

JAKARTA (KRjogja.com) – Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) mengharapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tetap melanjutkan penerapan azas cabotage secara konsisten dan semakin digalakkan sebagai upaya mendukung program tol laut yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.

“Asas cabotage yang diterapkan selama sepuluh tahun terakhir berhasil meningkatkan jumlah armada kapal nasional sampai 120%. Dan ini jelas membuka peluang bagi pelaut bekerja di kapal,” kata Penasehat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KPI, Hanafi Rustandi di Jakarta, Jumat (5/8/2016).

Dikatakan, penerapan azas cabotage berdasarkan Inpres No.5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional yang kemudian diperkuat dengan UU No.17/2008 tentang Pelayaran. Pada 2015 jumlah kapal niaga berbendera Indonesia baru 6.041 unit, tapi pada 2015 menjadi 13.326 unit atau naik 120%.

Meningkatnya jumlah armada kapal nasional ini, menurut Hanafi, karena naiknya investasi dalam usaha pelayaran. Hal ini juga terjadi karena pengusaha nasional membangun kapal di dalam negeri atau membeli dari luar negeri, maupun pihak asing yang mengalihkan kapalnya menggunakan bendera Indonesia.

Hanafi menjelaskan, azas cabotase memberi hak kepada perusahaan pelayaran Indonesia untuk beroperasi secara eksklusif di perairan Indonesia dan seluruh kapal yang berlayar harus berbendera Merah Putih. Namun, ia menilai penerapan azas cabotage masih banyak terjadi pelanggaran, khususnya upah pelaut masih rendah karena sampai saat ini belum ada standar nasional. ”Karena itu pemerintah harus segera menetapkan standar upah pelaut secara nasional,” tegas Hanafi. (Ful)

BERITA REKOMENDASI