KPK Cekal Bupati Mojokerto

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencekal Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa dan dua penyuapnya ke luar negeri. Dua ‎penyuap Mustofa yang turut dicekal yakni, Direktur Operasional PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, Onggo Wijaya, dan Permit & Regulatory Division Head PT. Solu Sindo Kreasi Pratama, Ockyanto.

Tak hanya itu,‎ KPK juga mencekal tiga orang lainnya yakni, Kadis Pendidikan Mojokerto atau Kadis PUPR periode 2010 – 2015, Zaenal Abidin, ‎Kasubag Rumah Tangga Pemkab Mojokerto‎, Luthfi Arif Muttaqin; serta pihak swasta, Nono santoso Hudiarto.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pencegahan terhadap enam orang tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan terkait kasus dugaan suap maupun gratifikasi di Mojokerto. "Pencegahan dilakukan untuk 6 bulan ke depan mulai 20 April 2018‎," kata Febri dikantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Ockyanto; Onggo Wijaya, Zainal Abidin dan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka. Mustofa dijerat dua pasal yakni terkait dugaan suap dan gratifikasi.‎ Namun, keempat tersangka itu belum dilakukan penahanan.

Mustafa ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima suap senilai Rp 2,7 miliar dari Ockyanto dan Onggo. Suap tersebut berkaitan dengan pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang (IPPR) dan Izin mendirikan bangunan (IMB) atas pembangunan menara ‎telekomunikasi di Mojokerto.

‎Sebelumnya, KPK juga telah menyita sejumlah dokumen terkait dengan izin pembangunan menara telekomunikasi. Sejumlah menara itu tersebar di berbagai lokasi di Mojokerto.

Dokumen itu disita setelah penyidik menggeledah sejumlah tempat. Di antaranya di kantor Regional Office Tower Bersama Grup (TBG) di Surabaya, kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto, dan kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto. (*)

KPK

BERITA REKOMENDASI