KPK Periksa Dirut RSUD Kardinah dan 7 Saksi Lain Terkait Suap Wali Kota Tegal

JAKARTA, KRJOGJA.com  – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi terkait kasus dugaan suap yang menyeret Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno. Mereka yang diperiksa sebagai saksi terdiri dari unsur pejabat dan pegawai RSUD Kardinah Tegal. Pemeriksaan oleh lembaga antirasuah tersebut dilakukan di Mapolresta Tegal.

"Salah satu saksi yang diperiksa adalah Dirut RSUD," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (12/9/2017).

Baca Juga :

Walikota Tegal Tertangkap Tangan KPK

Tjahjo Kumolo Segera Ganti Walikota Tegal

Pemprov Jateng Tak Akan Intervensi Kasus Siti Masitha

 

Selain dugaan suap, penyidik juga terus mendalami adanya indikasi pungutan Jasa Layanan Umum (JLU) dan proyek-proyek lainnya terkait kasus tersebut.

Kemarin, tim penyidik KPK melakukan serangkaian penggeledahan di dua Kota, yakni Tegal dan Semarang. Penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan suap yang menyeret nama Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno.

Tim menggeledah dua perusahaan penyedia alat kesehatan (Alkes) di Semarang, Jawa Tengah. Dua perusahaan tersebut yakni, ‎PT Samudra Medika Jaya dan ‎PT Romora Jaya Pratama. Sedangkan di Tegal, tim menggeledah sebuah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Dari penggeledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah dokumen terkait kontrak proyek dengan Wali Kota Tegal dan dokumen perusahaan rekanan yang akan dijadikan alat bukti.

Sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno dan mantan Politikus Partai NasDem, Amir Mirza Hutagalung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah.

Keduanya terjerat dalam tiga kasus dugaan korupsi. Adapun tiga kasus korupsi tersebut yakni terkait dugaan setoran bulanan dari Kepala Dinas (Kadis) dan rekanan proyek di lingkungan Pemkot Tegal.

Kemudian, terkait kasus dugaan korupsi penerimaan fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkot Tegal, serta ‎kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah Tegal.

Adapun terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan ‎kesehatan di RSUD Kardinah, KPK turut menetapkan satu tersangka lainnya. Tersangka tersebut yakni Wakil Direktur RSUD Kardinah, Cahyo Supriyanto.

Diduga, Siti Masitha dan Amir Mirza menerima total uang korupsi sebesar Rp5,1 Miliar dari tiga kasus korupsi itu dengan jangka waktu delapan bulan. Uang tersebut diduga akan digunakan untuk pembiayaan pemenangan pasangan Siti Masitha- Amir Mirza dalam Pilkada 2018. (*)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI