KPK Sita Dokumen Keuangan dari Ruang Menpora

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi dana hibah yang melibatkan Komite Nasional Indonesia (KONI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat melakukan penggeledahan di kantor tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penggeledahan dilakukan di ruangan Menpora Imam Nahrawi, ruang deputi yang telah disegel sebelumnya, asisten deputi dan ruang keuangan pejabat pembuat komitmen (PPK) serta Kantor KONI.

"Dari sejumlah lokasi itu kami menemukan cukup banyak ya dokumen-dokumen terkait dengan pokok perkara ini yaitu hibah dari Kemenpora ke KONI. Nanti tentu kami pelajari dokumen itu ada proposal-proposal hibah juga yang kami amankan dan sita," ujarnya.

Febri membantah pihaknya melakukan penyitaan sejumlah uang dari ruang Imam Nahrawi. Dia mengatakan salah satu dokumen yang disita berkaitan dengan data keuangan.

"Dana dokumen hibah itu kan macam-macam ya kalau proposal tentu di sana ada data keuangan juga data kegiatan untuk dokumen hibah juga termasuk ke catatan-catatan bagaimana prosesnya dari awal. Kemudian persetujuannya seperti apa hingga pencairannya bagaimana," tuturnya.

Febri menjelaskan kepentingan penyidik menggeledah ruang Imam Nahrawi tak lain karena proses pengajuan proposal memiliki alur yang dimulai dari pemohon untuk diajukan kepada Imam Nahrawi sebagai Menpora. Saat pengajuan itu, Imam Nahrawi dapat mempertimbangkan apakah pengajuan tersebut diterima atau tidak.

Dokumen dan proses itulah, kata Febri, yang perlu ditemukan dan dipelajari oleh KPK. "Menpora bisa langsung mempertimbangkan atau mendelegasikan atau disposisi kan misalnya dan bagaimana proses selanjutnya jika disetujui dan tidak disetujui itu kan perlu kami temukan secara lengkap. Tadi dari ruang Menpora diamankan sejumlah proposal-proposal dan dokumen hibah juga," ujarnya. (*)

KPK

BERITA REKOMENDASI