KPU Didesak Umumkan 40 Caleg Mantan Koruptor

JAKARTA, KRJOGJA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah berdiskusi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait adanya 40 mantan napi korupsi yang menjadi caleg yang tersebar hampir di semua partai politik peserta Pemilu 2019. Lembaga antirasuah itu mendesak agar nama-nama caleg mantan napi korupsi itu diungkapkan kepada publik.

"Kami tentu saja memandang dalam konteks pemenuhan hak publik, hak pemilih untuk tahu siapa yang akan mereka pilih agar tidak salah pilih. Kemudian kami mengatakan pada prinsipnya dalam diskusi tersebut, itu hal yang bisa dilakukan ke depan bersama-sama," jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Selasa (13/11/2018).

Lebih lanjut, Febri mengimbau pemilih untuk tidak memilih caleg yang tidak berkomitmen dalam pemberantasan korupsi dan mengajak warga menolak serta tidak memilih caleg yang memberikan uang suap agar dipilih saat pemilu berlangsung.

"Untuk mencegah (korupsi terulang lagi) harapannya agar masyarakat memilih secara hati-hati. Jangan memilih orang yang tidak berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. Apalagi yang pernah melakukan korupsi dan orang-orang yang coba menawarkan uang untuk membeli suara. Kami pandang itu tidak layak dipilih. Uangnya harus ditolak dan orangnya tidak layak dipilih," ungkapnya.(*)

BERITA REKOMENDASI