Kredit Bank Gunakan Akta Palsu, Terdakwa Dituntut 5,6 Tahun

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kliwon Sugiyanto SH menuntut terdakwa GAW (31) dengan kurungan penjara selama 5 tahun 6 bulan. Terdakwa dinilai terbukti menggunakan akta maupun dokumen palsu dalam pengajuan kredit bank untuk membeli tanah dan bangunan.

Di hadapan Ketua Mejelis Hakim, Bandung Suhermoyo SH dalam tuntutannya menyampaikan ada tiga alternatif jeratan pidana pada terdakwa. Ketiganya yakni pasal 378 (penipuan), pasal 266 ayat 2 (menggunakan akta palsu) dan pasal 263 ayat 2 (menggunakan surat-surat palsu).

“Dari tiga alternatif tersrbut kami melihat alternatif dakwaan kedua paling tepat dikenakan untuk terdakwa,” tegas jaksa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Senin (03/05/2021).

Jaksa menyatakan terdakwa dengan sengaja telah memalsukan akta maupun dokumen palsu untuk mendapatkan keuntungan. Akibat ulah terdakwa maka kerugian yang ditimbulkan mencapai miliaran rupiah.

Jaksa membacakan terdakwa pada 8 Juni 2018 mengajukan permohonan kredit ke bank untuk pembelian tanah dan bangunan ruko di jalan Dr Wahidin Klitren Gondokusuman Yogyakarta dengan jaminan 2 (dua) SHGB atas nama Ezekiel dan Geovanni, keduanya anak saksi Magdalena Hartati selaku pemilik ruko yang dibeli terdakwa. Terdakwa menyerahkan kelengkapan persyaratan pengajuan kredit hingga 16 Juli 2018 kredit disetujui dan cair Rp 3 miliar ke rekening terdakwa dan langsung didebet ke rekening Ezekiel dan Geovani.

Belakangan diketahui syarat akta, dokumen yang diajukan yakni Tanda Daftar Perusahaan Perorangan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Izin Gangguan, print out rekening koran Bank itu ternyata semua palsu. Selai itu terdakwa juga diketahui tidak mengangsur.

Pengurusan balik nama kedua SHGB menjadi atas nama terdakwa dan pembebanan Hak Tanggungan di Kantor Pertanahan Yogyakarta ternyata juga tidak dapat dilakukan. Hal itu karena adanya pemblokiran yang dilakukan Bambang Sunarta pada 21 September 2018 dengan mendasarkan pada PPJB yang dibuat dhadapan Notaris Eduard Ardyanto. (Van)

BERITA REKOMENDASI