KRI Usman Harun Perkuat Laut Natuna

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – TNI Angkatan Laut (AL) menerjunkan sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis Fregat dan Korvet untuk mengamankan perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau dari kehadiran kapal-kapal Coast Guard China yang mengawal nelayan China menangkap ikan di laut Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi mengatakan salah satu kapal perang KRI yang diterjunkan di perairan Natuna adalah KRI Usman Harun 359. "KRI Usman 359 adalah kapal perang jenis F2000 Korvet," kata Fajar, Rabu (08/01/2020).

KRI Usman Harun yang diluncurkan pada Juni 2011 dengan bobot 1,940 ton ini memiliki 1 meriam Oto Melara 76 mm, 2 meriam MSI Defence DS 30B REMSIG 30 mm, dan peluncur tripel torpedo BAE System 324 mm untuk perang atas air dan bawah air.

Selain itu, dilengkapi pula dengan 16 tabung peluncur peluru kendali permukaan-ke- udara VLS MBDA MICA (BAE System), 2 set 4 tabung peluncur peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exocet. KRI Usman Harun dilengkapi dengan Radar Navigasi dan Surveillance untuk mendukung pengamatan udara.

Kapal ini juga dibekali Radar Tracker untuk mengendalikan arah dan elevasi secara akurat terhadap sasaran Meriam 76 mm Oto Melara Super Rapid Gun (OSRG) dan 30 mm di lambung kanan dan kiri kapal yang dapat berperan sebagai CIWS (Close in Weapon System) jika ada bahaya udara mengancam kapal tersebut.

Kelengkapan system sensor senjata juga dilengkapi dengan EOTs (Electro Optical Tracker System) untuk pengendalian meriam kapal dan pengamatan secara visual oleh kamera yang ada. KRI Usman Haru juga dilengkapi sensor bawah air yang memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air yaitu sonar. (*)

BERITA REKOMENDASI