KSPN Putuskan Tak Ikut Mogok Nasional 2 Desember

JAKARTA (KRjogja.com) – Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi menyatakan, organisasi pekerja yang dipimpinnya tak akan ikut mogok kerja nasional sebagaimana organisasi pekerja lain, seperti informasi yang berkembang tentang seruan mogok kerja nasional pada 2 Desember 2016 mendatang berbarengan dengan rencana unjukrasa bela Islam.

Menteri Ketenaga Kerjaan Hanif Dhakiri mengapreseiasi sikap tersebut karena menunjukkan kematangan serikat pekerja yang konsisten pada perjuangan isu ketenaga kerjaan, serta jeli dalam merespon isu yang lain.  “Kalau pekerja mau unjuk rasa, silakan saja. Pertanyaannya, mengapa harus bareng dengan unjuk rasa yang lain, yang sudah jelas isunya berbeda,” tegasnya di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Sebelumnya, terkait rencana aksi 2 Desember, Hanif mengimbau agar serikat pekerja fokus pada perjuangannya, serta tidak terjebak pada isu politik yang sedang menghangat, yang justru akan merugikan perjuangan buruh. Sebaliknya, ia juga mengimbau semua pihak, termasuk serikat buruh, seyogyanya ikut menebarkan kesejukan, ketenangan dan kerukunan.

Ristadi pada kesempatan ini mengatakan, pihaknya memandang aksi  2 Desember  sudah bergeser ke isu politik dan ras. "Karena itu, seluruh anggota KSPN akan tetap bekerja seperti biasa dan tidak terprovokasi," katanya. Sikap itu diambil karena sesuai dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, mogok kerja dilakukan apabila terjadi gagalnya perundingan dengan pengusaha. 

"Dan dalam konteks ini sama sekali tidak ada kejadian tersebut," kata Rustadi. Untuk itu, imbuhnya, terkait dengan perjuangan menuntut kenaikan upah, KSPN. yang memiliki anggota 200 ribu pejerja, menuryt Ristadi, akan memperjuangkannya melalui struktur dan skala upah, sebagai wujud riil upah layak. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI