Kudeta Terhadap Anas adalah Fakta sejarah PD

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kemenangan Anas Urbaningrum dalam kongres Partai Demokrat (PD) pada  2010 di Bandung ternyata membuat luka mendalam pada pribadi SBY.

“Ya pak SBY kalah berkali kali, jagoannya Andy Malarangeng tersingkir di putaran pertama” Demikian Anggota Presidium Pimpinan Nasional-pimnas PErhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI)  Sri Mulyono dalam siaran pers yang diterima KR, Jumat (5/3 2021) malam.

SBY, kata Sri Mulyono kemudian mengambil langkah langkah represif untuk menggulingkan Anas. Sekarang orang-orang yang dulu bersama sama SBY mulai membuka fakta.

Jhoni Alen misalnya dia sendiri mengakui ikut rapat penggulingan Anas bersama SBY dan elit demokrat lainya di Cikeas tanggal 8 Maret 2013,SBY merencanakan berbagai momentum mulai mengorder lembaga survei, LSM, para tokoh, para elit dan kader PD sampai menggerakkan elemen elemen pemerintahan untuk mendegradasi Anas.

“Pokoknya full power lah semua dikerahkan. Jadi Anas dikepung dari segala penjuru maklumlah berhadapan dengan penguasa memang berat. Waktu itu Anas menjadi bulan bulanan dipermalukan mulai dari A sampai Z”  ujarnya.

Semua elemen dalam kendali SBY sebagai penguasa. Meskipun demikian Anas tidak mudah dikalahkan dan semua menyaksikan bagaimana SBY kewalahan.

Dengan berbagai cara yang maksimum, telanjang dan brutal dari SBY untuk menggulingkan AU pada 7 Februari 2013 sprindik AU bocor. Ini membuktikan intervensi yang nyata dari presiden SBY terhadap KPK sebab sebelumnya tgl 4 Februari 2013, SBY pidato dari Jeddah memerintahkan KPK menetapkan staus hukum AU.

“Kemudian 8 Februari 2013 SBY mengambil alih ketua umum PD dari AU. Ya AU diamputasi. Inilah KUDETA ketua UMUM PD yang nyata, ini fakta.”

Meskipun demikian ternyata pada Rapimnas 17 Pebruari 2013 di Hotel Sahid Ketum AU masih kokoh berdiri di tengah forum. Akhirnya, yg bisa membuat AU tersingkir adalah penetapan status tersangka oleh KPK tgl 22 Pebruari 2013. SBY sukses ‘nabok nyilih tangan’.

“Meskipun KPK bilang tanpa intervensi dan SBY bilang tdk melakukan intervensi, jelas bahwa hanya status tersangka di KPK yg bisa membuat AU tersingkir. Tanpa itu, AU akan tetap kokoh sebagai Ketum PD. ” (ati)

 

 

BERITA REKOMENDASI