Kurikulum SMK akan Direstrukturisasi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Kurikulum pendidikan SMK akan direstrukturisasi dan disesuaikan dengan kompetensi dan kebutuhan industri. Untuk menopang hal itu, pemerintah telah berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan kejuruan.

Untuk langkah awal untuk merestrukturisasi kurikulum SMK, lima menteri menandatangani nota kesepahaman pengembangan pendidikan kejuruan dan vokasi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa 29 November 2016. Inti dari nota kesepahaman itu adalah mendorong siswa SMK agar lebih berperan dalam pembangunan yang digulirkan pemerintah.

Lima menteri yang menyatakan siap mendukung komitmen tersebut yakni, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Penandatanganan nota kesepahaman disaksikan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

"Kebutuhan industri akan tenaga kerja yang terampil dan memiliki kompetensi yang baik semakin tinggi. Apalagi di tengah era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan merupakan hal yang wajib. Untuk itu, pemerintah mendorong hal ini dengan menjalin komitmen bersama melalui penandatanganan nota kesepahaman,” ujar Puan.

Nota kesepahaman tersebut sudah direncanakan melalui berbagai pertemuan dan disepakati seluruh wakil kementerian. "Pembangunan industri yang utama adalah membangun manusia yang terampil dan siap bekerja dibidang industri karena ini akan meningkatkan daya saing," ujar Menperin Airlangga Hartato. (*)

BERITA REKOMENDASI