Laba BCA Syariah Selama Semester I tahun 2022 Meningkat 31,6 persen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Selama semester I tahun 2022 laba sebelum pajak PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) sebesar Rp 58,2 miliar atau meningkat sebesar 31,6 persen dari periode yang sama tahun 2021 yang mencapai Rp 44,18 miliar.

Sedangkan laba sesudah pajak, mencapai Rp 45,4 miliar atau meningkat 31,6 persen dari periode yang sama tahun 2021 yang mencapai Rp 34,5 miliar.

“Selama semester I tahun 2022, pencapaian kinerja BCA Syariah sesuai dengan target dan in line tahun 2022. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik sehingga kinerja BCA Syariah meningkat,” kata Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dalam Media Updates, Pemaparan Kinerja Keuangan Semester 1 – 2022 bertema “Sustainable Growth in Recovery Momentum, di Jakarta Kamis (04/08/2022).

Dikatakan, untuk pembiayaan BCA Syariah pada semester 1 tahun 2022, sebesar Rp 7 triliun atau meningkat 19,6 persen. Pertumbuhan pembiayaan terjadi di semua segmen baik komersial, konsumer maupun UMKM. Portofolio pembiayaan komersial masih menopang penyaluran pembiayaan BCA Syariah dengan komposisi 71,7 persen dari total pembiayaan sejumlah Rp 5 triliun.

Diikuti oleh portofolio pembiayaan UMKM dengan komposisi 24,2 persen dari total pembiayaan sejumlah Rp 1,7 triliun. Sementara pembiayaan konsumer tumbuh sebesar 109,8 persen atau dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas aktiva serta menjaga keseimbangan aset dan liabilitas yang optimal tercermin dalam laba perusahaan yang terus tumbuh. Sementara itu, Direktur BCA Syariah Pranata menyampaikan, dengan kualitas pembiayaan yang terjaga di posisi sehat dan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) per Juni 2022 sebesar 1,38 persen secara gross dan 0,01 persen secara net.

Sementara untuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), pada semester I tahun 2022 sebesar 59,6 persen atau meningkat dari periode yang sama tahun 2021 yang hanya 54,2 persen. Dengan kenaikan CKPN ini maka laba sesudah pajak BCA Syariah pada semester I tahun 2022 menjadi Rp 45,4 miliar.

Untuk restrukturisasi pembiayaan, Pranata mengatakan, trennya mengalami penurunan, pada semester I tahun 2022 tercatat sebesar 14,37 persen dari total pembiayaan Rp 1,02 triliun. Dengan rincian restrukturisasi non covid mencapai Rp 139 miliar atau14 persen dan covid mencapai Rp 877 miliar atau 86 persen.

Dipaparkan, BCA Syariah masih dapat melakukan ekspansi bisnis didukung dengan rasio kecukupan modal di level 38,9 persen dan likuiditas yang memadai dengan tingkat FDR di 88,7 persen. Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 16,3 persen menjadi Rp 7,9 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 6,8 triliun.

Pertumbuhan DPK ditopang oleh perolehan dana pada produk tabungan yang tumbuh 32,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara Giro tumbuh 16,0 persen. Pertumbuhan tabungan mendorong meningkatnya perolehan CASA sehingga mencapai 38,4 persen dari total DPK. Pertumbuhan CASA BCA Syariah turut diikuti dengan peningkatan aktivitas perbankan transaksi.

Pada semester I tahun 2022, volume transaksi digital BCA Syariah terbanyak adalah melalui mobile banking dengan jumlah pengguna yang tumbuh signifikan sebesar 46 persen secara tahunan dan frekuensi transaksi mencapai 2,6 juta transaksi. Frekuensi transaksi ini mencapai 56 persen dari total transaksi nasabah yang dilakukan melalui BCA Syariah.

“Kami terus memacu sinergi dengan BCA untuk mendukung berbagai inisiatif dan inovasi digital agar dapat menghadirkan transaksi yang cepat, mudah dan aman sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Fitur-fitur baru dan kemudahan transaksi di berbagai channel perbankan elektronik terus kami upayakan sehingga preferensi masyarakat untuk memilih BCA Syariah semakin meningkat”, ujarnya.

Di tengah perolehan pertumbuhan perusahaan, BCA Syariah berkomitmen untuk menjaga keselarasan antara profitabilitas perusahaan dan kontribusi Bank terhadap perekonomian yang berkelanjutan. Portofolio pembiayaan pada Kegiatan Usaha Bekelanjutan (KUB) per bulan Juni 2022 yang disalurkan kepada 6 sektor KUB tumbuh sehingga mencapai Rp 2,3 triliun atau sebesar 33,0 persen dari total pembiayaan BCA Syariah.

Dikatakan, pertumbuhan portofolio pembiayaan hijau akan terus ditingkatkan sehingga mampu menjangkau kegiatan usaha berkelanjutan lainnya. Untuk itu, BCA Syariah akan fokus dalam menyempurnakan sustainable policy yang dimiliki serta terus melakukan pengembangan kapasitas internal agar dapat lebih optimal dalam menjalankan bisnis yang sejalan dengan implementasi keuangan berkelanjutan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI