Laba BCA Triwulan III Tahun 2021 Sebesar Rp 23,2 Triliun

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada triwulan III tahun 2021 mencapai Rp 23,2 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 15,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. Meningkatkanya laba ini dikarenan adanya penurunan biaya operasional dan biaya provisi kredit yang rendah.

“Laba bersih BCA pada triwulan III tahun 2021 mencapai Rp 23,2 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 15,8 peraennYoY,) kata Dirut BCA Jahja Setiaatmadja, pada acara paparan kinerja triwulan III tahun 2021, di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Sementara penyaluran kredit baru tercatat lebih tinggi dibandingkan tingkat pelunasan (loan repayment), sehingga total kredit BCA tumbuh 4,1 persen menjadi Rp 605,9 triliun. Penempatan pada obligasi korporasi juga tumbuh positif, naik 16,1 opersen. Secara keseluruhan, portofolio total kredit dan obligasi korporasi meningkat 4,5 persen menjadi Rp 630,2 triliun.

Pertumbuhan kredit ditopang oleh membaiknya permintaan dari segmen korporasi dan KPR, di mana kredit pada kedua segmen tersebut masing-masing naik 7,1 persen dan 6,5 persen mencapai Rp 269,9 triliun dan Rp 95,1 triliun.

Di periode yang sama, kredit komersial dan UKM mencatatkan rebound, naik 1,5 persen menjadi Rp 185,4 triliun. Sementara itu, KKB turun 7,6 persen menjadi Rp 35,6 triliun, meski koreksinya membaik dari periode sebelumnya. Saldo outstanding kartu kredit dan lainnya naik 1,2 persen menjadi Rp 13,9 triliun. Secara total, portofolio kredit konsumer juga berhasil membaik dengan kenaikan 2,1 persen menjadi Rp144,7 triliun.

“BCA senantiasa mengedepankan nilai-nilai environmental, social, and governance (ESG), ditandai dengan komitmen penyaluran kredit kepada sektor-sektor berkelanjutan yang naik 25,6 persen menjadi Rp 143,1 triliun. Nilai ini berkontribusi 23,6 persen bagi total portofolio kredit, di antaranya mencakup pembiayaan kepada sektor UKM, pengelolaan sumber daya alam dan lahan yang berkelanjutan, dan energi terbarukan,” ujar Jahja.

Untuk dana pihak ketiga, untuk CASA naik 21,0 persen mencapai Rp 721,8 triliun per September 2021. Sementara itu, deposito juga meningkat 9,7 persen menjadi Rp 201,9 triliun. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga naik sebesar 18,3 persen menjadi Rp 923,7 triliun.

Pendanaan CASA yang solid ditopang kinerja BCA dalam mempertahankan kekuatan di segmen perbankan transaksi, terutama dalam memperkuat ekspansi ekosistem digital dan basis nasabah. Per September 2021, CASA berkontribusi hingga 78,1 persen dari total dana pihak ketiga. BCA memproses 45,7 juta transaksi per hari secara rata-rata di sembilan bulan pertama tahun 2021, naik 39,2 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang mana menjadi kenaikan tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Adapun total aset BCA tumbuh 16,5 persen mencapai Rp 1.169,3 triliun. Seiring pertumbuhan likuiditas yang kokoh serta kinerja outstanding kredit yang membaik, BCA mempertahankan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income) selama sembilan bulan pertama tahun 2021, yakni naik 3,3 persen menjadi Rp 42,2 triliun.

Pendapatan selain bunga tercatat Rp 15,5 triliun di periode yang sama, atau tumbuh 2,4 persenn. Kinerja positif pendapatan selain bunga ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 11,2 persen menjadi Rp10,7 triliun. Secara total, pendapatan operasional tercatat Rp 57,6 triliun atau naik 3,1 persen.

Semetara rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) sebesar 26,2 persen, di atas ketentuan regulator. Sementara, kondisi likuiditas tetap memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,0 persen . Rasio kredit bermasalah (non-performing loan) terjaga sebesar 2,4 persen didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. Rasio pengembalian terhadap aset (return on asset) tercatat sebesar 3,5 persen, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity) sebesar 18,7 persen.

Sebagai tambahan, rasio loan at risk (LAR) turun ke 17,1 persen di sembilan bulan pertama tahun 2021, dari 19,1 persen di semester I 2021. Terkait inovasi digital, setelah aplikasi myBCA dan bank digital “blu”, BCA kembali meluncurkan aplikasi haloBCA dan merchantBCA pada Juli 2021.

Aplikasi haloBCA mengintegrasikan seluruh channel contact center, memungkinkan nasabah untuk menghubungi Halo BCA tanpa menggunakan pulsa, e-mail, chat, dan media sosial. Aplikasi merchantBCA merupakan solusi digital bagi pelaku usaha untuk mengelola bisnis dan meningkatkan kelancaran usaha.

Melalui aplikasi ini, nasabah merchant BCA dapat mengajukan permohonan EDC, penyediaan QRIS secara 24 jam, monitor transaksi EDC dan QRIS melalui dashboard, dan mengunduh daftar transaksi historis. Sebagai informasi, pada bulan September 2021, BCA meningkatkan modal anak perusahaan Bank Digital BCA sebesar Rp 2,7 triliun menjadi Rp 4,0 triliun, sehingga diharapkan Bank Digital BCA senantiasa berinovasi untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah serta memperluas ekosistem digital yang dimiliki. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI