Lanjutkan Program PEN, Pemerintah Anggarkan Rp 699,4 Triliun

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA,cm – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimis perekonomian Indonesia akan rebound di tahun 2021 pada kisaran 4,5% – 5,3%. Untuk dapat mewujudkan ekspektasi ini, diperlukan langkah kebijakan yang tepat dalam memulihkan ekonomi nasional.

Ia menyampaikan kebijakan pemerintah akan difokuskan untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor. Dari sisi Produksi, beberapa sektor utama seperti manufaktur, perdagangan, penyedia akomodasi dan makanan minuman, serta transportasi mengalami perbaikan.

“Sejumlah sektor bahkan mampu tumbuh signifikan, antara lain informasi dan komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, pertanian dan jasa pendidikan,” kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (07/04/2021)

Airlangga Hartarto yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menuturkan, indikator ekonomi Indonesia terus menunjukkan sinyal pemulihan. Dari sisi sektor riil, aktivitas manufaktur telah memasuki fase ekspansi. Selain itu, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan kendaraan bermotor telah membaik dibandingkan pada awal pandemi tahun lalu.

“Di saat yang sama, peningkatan harga komoditas telah membuat neraca perdagangan mengalami surplus dalam 10 bulan berturut-turut. Dari sisi sektor eksternal, nilai tukar rupiah dan indeks harga saham telah kembali ke level pra-Covid-19,” ungkapnya.

Pemerintah melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 dengan anggaran mencapai Rp699,4 triliun atau naik 21% dari realisasi PEN 2020. Data terkini menunjukan realisasi Program PEN sampai dengan 1 April 2021 mencapai Rp123,26 triliun atau 17,6% dari pagu. (*)

BERITA REKOMENDASI