Larung Ongkek Ditunggu Saat Yadnya Kasada 2018

PROBOLINGGO, KRJOGJA.com –  Rangkaian sesaji atau ongkek (dalam bahasa setempat) untuk dilarungkan ke dalam kawah Gunung Bromo menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu saat Hari Raya Yadnya Kasada 2018.

"Ongkek ini sebagai bentuk syukur kami bagi warga Tengger. Nanti setelah didoakan di Pura Luhur Poten. Ongkek ini akan dilarung ke kawah dengan harapan hasil bumi di sini semakin meningkat dan masyarakat suku Tengger tambah makmur," kata Kepala Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Probolinggo.

Selain digunakan sebagai tempat beragam sesaji berupa hasil bumi, lanjut Kermat, Ongkek  itu harus dipenuhi dengan bunga kumitir, bunga tanalayu, bunga waluh, kentang sepuluh buah, kubis dua bungkul dan kacang-kacangan. Tidak hanya itu ada juga daun pakis, daun beringin, daun telotok, daun tebu dua pucuk, jantung pisang dua buah, buah pare dua buah hingga buah pisang sebanyak dua sisir.

“Setiap ritual upacara Kasada, warga mempersembahkan sesaji. Baik orang per orang atau sesaji oleh pihak desa. Untuk persembahan perorangan biasanya berupa kemenyan, kembang rampai, dan hasil bumi. Sedangkan sesaji desa, khusus di buat oleh wong sepuh (orang yang dituakan:red) dan disebut dengan ongkek,” terang Kermat.

Cuaca dingin mencapai 10 derajat celcius, tidak menyurutkan para wisatawan untuk melihat ritual adat persembahan Suku Tengger kepada Jaya Kusuma, putra sulung Roro Anteng dan Joko Seger.

Kementerian Pariwisata Kemenpar yang mendukung event Yadnya Kasada 2018 pun ikut sumringah. Ribuan wisman yang datang menyaksikan ritual budaya suku Tengger ini menjadi bukti kesuksesan acara tersebut. Pemberangkatan ongkek sesaji berbondong-bondong dilakukan pada pukul 01.00 WIB dini hari. Dengan diringi rapalan-rapalan mantra oleh sejumlah dukun di sekitar kawah Bromo.

“Masing-masing desa di kawasan Tengger diwajibkan membawa dua ongkek, yang nantinya akan dipersembahkan ke kawah Gunung Bromo. Garam dan air laut merupakan dua hal yang dilarang dalam pembuatan ongkek,” katanya. 

Event yang sudah menjadi agenda nasional ini, lanjut Esthy, kedepannya harus dipersiapkan secara maksimal dan tetap melibatkan masyarakat dan komunitas setempat. (*)

BERITA REKOMENDASI