Lawan Hoaks, NU Luncurkan Channel Edukasi

JAKARTA.KRJOGJA.com – Organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan NU Channel. Selain berisi program-program yang mendidik, tidak provokatif dan mengajarkan toleransi, Channel ini juga menayangkan sejumlah program menarik seperti dakwah, doa, kebudayaan, seni, diskusi dan talkshow.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, NU Channel hadir karena banyak sekali berita atau paham bermuatan provokatif yang mempengaruhi pola piker masyarakat awam. Berita-berita itu telah tersebar secara bebas, khususnya di sosial media, sehingga berpotensi membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa.

"Hoaks atau kabar bohong yang banyak beredar telah meresahkan masyarakat. Serangan hoaks menyasar pola piker dan cara pandang sehingga masyarakat harus teliti dan waspada dalam menyaring informasi yang diterima,” kata KH Said Aqil Siroj, Jumat (12/10/2018).

Menurut Said Aqil, NU melihat adanya urgensi dalam meluruskan faham-faham radikal yang tengah beredar. Caranya dengan memelihara iklim toleransi serta melakukan gebrakan dalam merespon kemajuan jaman melalui peluncuran NU Channel pada Nin media.

Wakil Sekjen PBNU dan Pimpinan NU Channel, Imam Pituduh menambahkan, upaya meluncurkan NU Channel yang bisa dinimkati melalui Nin media merupakan upaya menyebarkan berita baik dan menetralisir konten-konten negatif, seperti hoaks. “Berkat Nin media, masyarakat di daerah pelosok dan perbatasan Indonesia kini bisa menikmati NU Channel dan TV-TV Indonesia lainnya secara jernih,” jelasnya.

President Director Nin media, Rahadi Arsyad menjelaskan, pemerataan teknologi informasi merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia. Termasuk untuk daerah pelosok dan perbatasan yang tidak terjangkau channel TV.

"Bekerjasama dengan puluhan channel, Nin media bertujuan membangun ekosistem penyiaran free to air yang berkualitas dan dapat dijangkau seluruh masyarakat secara gratis hingga ke daerah pelosok,” ujar Rahadi.

Nin media merupakan sebuah terobosan baru dunia penyiaran Indonesia, sebagai satu-satunya layanan siaran TV satelit FTA (free to air) dengan frekuensi KU Band di Indonesia. Ada puluhan channel yang bisa dinikmati secara gratis, mulai dari tayangan hiburan, keagamaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Nin media merupakan platform gratis pertama dan satu-satunya saat ini yang bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutama daerah pelosok dan perbatasan di luar pulau Jawa yang selama ini tidak terjangkau oleh channel TV. Sejak kehadirannya tahun 2016 lalu, Nin media kini sudah dinikmati 10 juta rumah tangga di seluruh Indonesia. (Imd)

BERITA REKOMENDASI