Layanan Uroginekologi, Mengatasi Feminine Issues Pada Berbagai Usia

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Feminine Issues atau permasalahan kesehatan pada perempuan terjadi di berbagai usia mulai dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia. Sejak balita, perempuan telah dihadapi dengan risiko-risiko masalah kesehatan pada organ reproduksi seperti perlekatan maupun tertutupnya bibir kemaluan.

Menginjak masa remaja, perempuan juga sering mengeluhkan rasa nyeri selama haid dan keputihan berulang. Keluhan-keluhan tersebut berlanjut hingga memasuki masa kehamilan sampai masa menopause.

Pada masa kehamilan, seorang perempuan sering merasa kesulitan dalam mengontrol frekuensi buang air kecil. Hal ini juga terjadi pada perempuan lansia yang perlu menggunakan popok dalam kegiatan sehari-harinya.

Selain itu, memasuki masa usia produktif, perempuan sering mengalami keluhan pada organ kewanitaannya. Hal tersebut dikarenakan penambahan usia, aktivitas seksual, persalinan, maupun kondisi menopause.

Beberapa keluhan yang dirasakan adalah keluhan vagina melonggar, atrofi vagina, dan kondisi vagina yang kering. Bahkan beberapa perempuan paska menopause mengalami atrofi vagina yang dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual dan penurunan kualitas hidup.

Selain itu, kondisi vagina yang kering juga dapat terjadi akibat penurunan kadar estrogen. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan dan lecet pada epitel vagina.

Dr. Alfa P. Meutia, SpOG(K) Urogin dari Layanan Uroginekologi RSU Bunda Jakarta menyampaikan, diperlukan beragam penanganan terkini untuk feminine issues pada berbagai usia, mulai dari intervensi perilaku, latihan otot, hingga pembedahan.

Contoh paling sederhana yang dapat perempuan lakukan secara mandiri di rumah adalah dengan melakukan senam kegel untuk melatih otot dasar panggul. “Perempuan juga disarankan untuk berkemih secara rutin untuk melatih kandung kemih agar tidak penuh serta melakukan penurunan berat badan yang ideal,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/08/2021).

Namun menurut Dr. Alfa P. Meutia, bagi feminine issues yang serius, diperlukan pemeriksaan penunjang dan tindakan untuk menuntaskan masalah-masalah tersebut. Salah satu tindakan yang sering menjadi solusi dari masalah kesehatan pada perempuan adalah FemiLift.

“FemiLift atau prosedur laser vaginal yang bersifat non-invasif, tidak memerlukan rawat inap dan pembedahan, dan cenderung memiliki rasa sakit yang minimal, dimana menggunakan laser CO2 yang menstimulasi produksi kolagen dan elastin,” jelas Dr. Alfa.

Salah satu tindakan lainnya yang sering menjadi solusi dari masalah kesehatan pada perempuan adalah Laser Vagina Tightening, merupakan suatu prosedur yang menggunakan teknologi CO2 Pixel Laser untuk mengatasi keluhan pada vagina perempuan. LVT termasuk ke dalam prosedur dengan invasi yang minimal, memiliki efek termal yang lebih lama, serta memiliki waktu penyembuhan yang singkat.

“Rata-rata waktu pemulihan dari prosedur LVT ini adalah sekitar 3 hingga 5 hari, sehingga para perempuan dapat segera kembali ke aktivitas normalnya,” kata Dr. Alfa.

FemiLift maupun LVT merupakan prosedur yang tersedia di Layanan Uroginekologi RSU Bunda Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat. Dengan berkomitmen untuk mengatasi masalah kesehatan perempuan dan meningkatkan kualitas hidup para perempuan, RSU Bunda Jakarta menyediakan Layanan Uroginekologi yang terdiri dari skrining awal kondisi pasien, USG, perineometri, tindakan laser vagina, labiaplasty, hysteroscopy, dan lainnya. (Imd)

BERITA REKOMENDASI