Ledakan Libanon Dikhawatirkan Picu Kenaikan Harga Minyak

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian ESDM menunjukkan kekhawatiran terhadap harga minyak mentah usai ledakan di pelabuhan utama Beirut, Libanon. Kekhawatiran yang dimaksudkan ialah terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Apalagi, harga minyak sempat melompat dalam dua pekan terakhir sebelum ledakan terjadi. Kenaikan tersebut dipicu oleh kondisi geopolitik Timur Tengah.

Namun demikian, Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial tetap berharap kenaikan harga minyak tidak akan berlanjut.

“Kami harapkan situasinya tidak merembet kemana-mana, karena memang salah satu ketidakpastian harga minyak itu geopolitik. Kami harap betul-betul tidak merembet kepada sesuatu yang sifatnya perang, obat, non-OPEC dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dalam jangka pendek, Ego memastikan ledakan Beirut tidak berdampak signifikan terhadap harga minyak di dalam negeri. Sebab, Indonesia sudah melakukan impor besar-besaran ketika harga minyak jatuh pada Maret lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI