Lewat FGD, Pemerintah Kembangkan Wisata Alam

JAKARTA, KRJOGJA.com  – Indonesia sangat kaya akan wisata alam. Dan ini juga salah satu kekuatan pariwisata di Indonesia. Untuk mengembangan wisata nature tersebut, Kementerian Pariwisata akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan Dalam Pengembangan Pariwisata Alam.

Rencananya, kegiatan ini akan dilangsungkan Selasa (23/10), di Hotel Akmani, Jl. Wahid Hasyim No. 91, Jakarta Pusat. Sejumlah tokoh hebat akan terlibat dalam diskusi keren ini. Ada Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemenpar Alexander Reyaan, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Kementerian LHK Dody Wahyu Karyanto, Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata Kemenpar Ricky Avenzora, Asdep Manajemen Strategis Frans Teguh. Guru Besar Ekonomi  dan Industri Pariwisata Prof.Dr Yuwana Marjuka dan dari Praktisi Teguh Hartono terlibat dalam kegiatan ini.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembangaan Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa, pengembangan objek wisata alam harus dilakukan di Indonesia.
"Apalagi pengembangan pariwisata alam di kawasan konservasi. Di tempat ini, Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) harus dikembangkan serius. Tentunya, dengan mengacu kepada kaidah-kaidah keberlanjutan. Atau Sustainable Tourism Development,” tutur Rizki. 

Dijelaskannya, dalam konsep Sustainable Tourism Development, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian utama. 

“Salah satu yang terpenting adalah aspek perlindungan. Berikut juga  pemanfaatan secara lestari. Namun, dengan memperhatikan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat setempat,” jelasnya. 

Pengembangan pariwisata alam di kawasan konservasi, mendapatkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebagai pemangku kawasan, Kementerian LHK telah menyusun dokumen Master Plan Pengembangan Pariwisata Alam Nasional di Kawasan Konservasi Periode 2018-2078. (*)

BERITA REKOMENDASI