Libur Lebaran Bakal Genjot Kunjungan Wisnus

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Menteri Pariwisata Arief Yahya memprediksi jumlah pemudik lebaran tahun ini mencapai 20 juta orang. Dengan jumlah tersebut diharapkan  menggerakkan kembali wisatawan nusantara (wisnus)  yang selama bulan Ramadhan ini diperkirakan turun hingga 50 persen dari 20 juta  wisnus per bulan menjadi 10 juta.

"Jumlah pemudik mencapai 20 juta, sehingga periode Ramadhan-Lebaran terjadi pergerakan 30 juta wisnus," kata Menpar Arief Yahya disela- sela buka puasa bersama forum wartawan pariwisata ( Forwarpar) di Jakarta, Rabu (06/06/2018).
 
Arief mengatakan, kegiatan mudik lebaran mempunyai peran penting dalam menggerakkan wisnus di tanah air maupun mendatangkan wisatawan.
Karena itu, Kemenpar telah menjalin kerjasama co-branding dengan lebih dari 100 brand, dimana 37 brand diantaranya adalah brand oleh-oleh artis kekinian yang ikut membantu mempromosikan program wisata mudik lebaran di berbagai kota seperti Bogor, Yogyakarta, Solo, Makassar, dan banyak lagi. 

"Para artis sekaligus pemilik oleh-oleh artis entrepreneur seperti Prilly  Latuconsina, Fitri Carlina, Teuku Wisnu Zaskia Sungkar, Oki Setiana Dewi, Syahrini, Ricky Harun, dan Herfiza. Para selebritas ini sekaligus akan menjadi endorser yang luar biasa bagi kampanye pariwisata kita," ungkap Menpar Arief Yahya.

Untuk strategi media, kata Menpar memiliki jurus POSE: paid, owned, social media, dan endorser. Tiga yang pertama yaitu: paid media, owned media, social media dijadikan satu, saya namakan convergence media. Sementara unsur keempat yaitu endorser puma peran yang tak kalah penting. 

"Dalam marketing siapa yang bicara itu sangat penting. Apalagi di Indonesia, siapa tokoh yang berbicara jauh Iebih penting lagi. Program ini merupakan bentuk co-creation dalam kerjasama co-branding,"  kata Menpar Arief. 

Arief Yahya menjelaskan inisiatif co-branding partnership ini dilakukan Kemenpar untuk mencapai tiga tujuan strategis. Pertama, untuk semakin mendongkrak brand equity dari brand Wonderful indonesia di pasar global dan brand Pesona indonesia di pasar domestik dalam menopang terwujudnya sektor pariwisata sebagai core economy lndonesia. 

"Dengan co-branding partnership diharapkan terjadi sinergi dan leverage effect untuk mendongkrak value kedua brand.  Kedua, mengembangkan penetrasi pasar dan memperluas exposure brand Wl/Pl dengan memanfaatkan market network yang dimiliki oleh brand/perusahaan baik di pasar domestik maupun global," tandasnya. (Lmg) 

BERITA REKOMENDASI