Libur Lebaran, Pemberantasan Korupsi Jalan Terus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Libur lebaran bagi Komisi Pembersntasan Korupsi (KPK) tetap menjalankan tugas pokoknya yakni melakukan pemberantasan korupsi. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menegaskan bahwa dalam pemberantasan korupsi tidak mengenal hari libur.

"Karena itu pada hari libur pemberantasan korupsi jalan terus alias tidak berhenti," kata Febri kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/6/2018) malam.

Pada kesempatan ini ia menambahkan, KPK mengingatkan para penyelenggara negara, termasuk pejabat dan kepala daerah, tidak melakukan tindak pidana korupsi apa pun. Pasalnya, fungsi penindakan yang dilakukan KPK akan terus berjalan.

Untuk itu, ujar Febri, KPK tetap mengingatkan agar para penyelenggara negara tetap tidak lakukan korupsi, seperti menerima suap atau gratifikasi meskipun dijadwal cuti bersama ini. "Ini karena kami pastikan fungsi penindakan KPK akan terus berjalan menindaklanjuti informasi-informasi dari masyarakat," jelasnya.

Mengenai pegawai KPK  secara umum mensng cuti, dibenarkan Febri. Namun ia menegasksn bahwa sejumlah pelaksanaan tugas tidak bisa berhenti walau hari libur sekalipun.

"Dalam hal ini mulai dari tim penindakan yang tetap bekerja di lapangan jika ada kebutuhan dan tindak lanjut dari informasi masyarakat, hingga tim pengamanan gedung dan rutan serta pegawai terkait lain," tandas Febri.

Sementara menjelang lebaran, tahanan KPK mendapat kunjungan keluarga di rutan KPK. Ada beberapa pembesuk yang membawakan makanan untuk para tersangka kasus antirasuah tersebut.

Terkait kunjungan ini, Febri mengatakan, pada saat Hari Raya Idul Fitri, tahanan KPK mendapat waktu kunjungan lebih panjang. Bahkan, selama dua hari, tahanan kasus korupsi itu bisa bertemu keluarganya di rutan.

"Pada kunjungan di Hari Raya Idul Fitri dilakukan untuk tanggal 1 dan 2 Syawal. Waktu tergantung keputusan pemerintah," tutur Febri.

Pada hari lebaran, jelasnya, jam kunjungan menjadi lebih panjang. Dari yang semula hanya dua jam, menjadi tiga jam. Kunjungan hari pertama lebaran dijadwalkan lebih pagi.

Lebih jauh diungkapkan Febri, pada1 Syawal jadwal kunjungan keluarga mulai 08.30-11.30 WIB, sedangkan 2 Syawal mulai pukul 10.00-13.00 WIB. Untuk pekan ini, menurutnya, tahanan tetap memperoleh jam kunjungan reguler, yakni Senin dan Kamis, pukul 10.00-12.00 WIB.

Beberapa tersangka yang masih ditahan di rutan KPK antara lain tersangka kasus e-KTP Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung. Selain itu ada sejumlah kepala daerah seperti Bupati Buton Selatan nonaktif Agus Feisal Hidayat, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, Wali Kota Mojokerto nonaktif Mas'ud Yunus, Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra, serta ayahnya yang juga mantan wali kota, Asrun. (Ful)

BERITA REKOMENDASI