Libur Nataru, Kemenhub ‘Rampcheck’ 15.000 Bus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dalam upaya memperlancar penyelenggaraan Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Pe rhubungan (Hubdar Kemenhub) telah melakukan 'rampcheck' bagi bus pariwisata dan kapal penyeberangan atau kapal Ro-Ro.

"Rampcheck ini sudah kita lakukan, baik untuk bus maupun kapal penyeberangan. Untuk bus, kesiapan sarananya sebanyak 50.317 unit (total) dan kapal Ro-Ro 228 unit. Sementara kesiapan prasarana terminal sebanyak 48 Terminal Tipe A di 15 Provinsi yang menjadi fokus perhatian kita adalah daerah-daerah yang banyak merayakan Natal dan Tahun Baru juga 11 lintas sungai danau penyeberangan," jelas Dirjen Hubdar Kemehub Budi Setiyadi, di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Budi Setiyadi mengungkapkan, jumlah kendaraan yang telah dilakukan pada periode Nataru yakni 13.883 unit (92 persen) dari 15.000 unit bus pariwisata. Dari jumlah kendaraan yang sudah dilakukan rampcheck tersebut, yang diizinkan operasional sebanyak 8.471 unit (61 persen).
Menurut Budi Setiyadi, Ditjen Hubdar hanya fokus melakukan ramcheck 15.000 bus pariwisata saja, karena untuk bus yang reguler sudah dilakukan rampcheck pada tiap saat masuk ke terminal. 

"Di tahun 2019 ini kita harapkan juga ada rampcheck mandiri dilakukan operator sendiri supaya ada tanggung jawab dari operator untuk menyiapkan kendaraan dengan baik," ujarnya.

Khusus angkutan penyeberangan, lanjut Budi.Setiyadi, pihaknya menyiapkan 'contingency plan' berupa penyediaan 'tugboat' guna antisipasi cuaca buruk dan lain-lain. Selain itu, melakukan manajemen operasional lalu lintas terkait pelayanan dan 'e-ticketing' serta pengendalian kecelakaan lalu lintas.

Kemudian menetapkan satu komando pada setiap sektor operasional, untuk menghindari perbedaan pandangan dan penetapan pengambilan keputusan. Termasuk  penyediaan sarana kapal penyeberangan untuk ekstra trip jika terjadi penumpukan penumpang dan kendaraan di pelabuhan penyeberangan.
Dari sisi infrastruktur, jalan tol Trans Sumatera saat ini sudah terhubung dari Lampung sampai Palembang. "Infrastruktur ini akan memberikan stimulus masyarakat untuk melakukan perjalanan ke Jawa dan sebaliknya. 

"Potensi peningkatan penyeberangan di Merak-Bakauheni akan cukup banyak" jelas Budi Setiyadi.

Sementara terkait Jakarta-Cikampek II (Elevated Tol), Budi Setiyadi berharap ada perbaikan dari jasa Marga yakni water barrier dan concrete barrier. Selain itu ada marka lama yang seharusnya segera dihapus agar tidak tumpang tindih dengan marka baru di area menuju akses masuk Jalan Tol Jakarta – Cikampek Elevated di KM 10.(Imd)

BERITA REKOMENDASI