Libur Nataru, Pemda Harus Screning

JAKARTA (KR)-Pemda harus secrening pendatang dan warganya demi melindungi daerahnya masing-masing sehingga protokol kesehatan harus tetap dijaga.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan jelang masa liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2021, Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah segera menyesuaikan diri demi melindungi daerahnya masing-masing.

Salah satu upaya perlindungan, dengan mewajibkan pelaku perjalanan bepergian dalam keadaan sehat. Keberadaan vaksin bukanlah angin segar bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, vaksin hanya sebagai ‘tameng’ tambahan untuk perlindungan diri masyarakat dari Virus Corona.

“Vaksin ini menarik dan semua sepertinya merasa bahwa kalau ada vaksin kita sebentar lagi selesai. Tapi sebenarnya kita harus melihat bahwa vaksin ini adalah salah satu tameng,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak.

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat. Pemerintah saat ini tengah melakukan langkah antisipasi dengan menyusun kebijakan terkait perjalanan selama periode libur panjang.

Kebijakan yang tengah disusun ini meliputi syarat testing bagi pelaku perjalanan.

Wiku menjelaskan keberadaan vaksin seperti Cheese Model, bahwa dalam menghadapi pandemi orang-orang harus punya perlindungan berlapis dan vaksin menjadi salah satu perlindungan.“Jadi dengan adanya vaksin, tidak serta merta perlindungan lainnya kita tinggalkan, nggak boleh, karena bisa saja nanti bobol,” ujarnya.

Pasalnya, vaksin belum tentu bisa melindungi 100 persen dari seluruh masyarakat. Oleh karena itu, Wiku berpesan agar 3M tetap harus dilakukan dan masyarakat tetap harus menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Dalam menghadapi pandemi, imunitas itu penting olahraga, istirahat yang cukup itu penting. Karena itulah yang setiap orang memilikinya ,pesan Wiku.

 

Disiplin Protokol Kesehatan

Lantaran pandemi di Indonesia sudah berjalan 10 bulan, Wiku mengharapkan masyarakat bukannya lelah, justru harus terbiasa dan pintar dengan kondisi menerapkan protokol kesehatan.

“Yang sudah dilakukan, lakukan saja terus. Nanti ketika ada vaksin akan 3M tidak menjadi beban lagi, dan jika kita betul menerapkan bisa semuanya terbebas dari virus,” jelasnya.

Wiku menjelaskan vaksin sendiri merupakan bahan biologis yang dimasukkan ke dalam tubuh. Vaksin diproduksi secara spesifik untuk penyakit tertentu.

Cara kerja vaksin, dijelaskan Wiku, dengan membentuk ‘tentara’ yang bisa langsung melawan virus spesifik.

“Maka dari itu kita berusaha untuk membuat vaksin, sehingga suatu saat kalau sampai virusnya datang kita sudah punya ‘pasukan’nya, jadi dia nggak bisa masuk,” ungkapnya.(ati)

 

BERITA REKOMENDASI