Lion Air PK-LQP Sudah Rusak dalam Empat Penerbangan Terakhir

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut pesawat Lion Air dengan register PK-LQP mengalami kerusakan pada penunjuk kecepatan atau airspeed indicator dalam empat penerbangan terakhirnya. Pesawat jenis Boeing 736-300 MAX 8 itu diketahui terbang terakhir dengan nomor penerbangan JT610 tujuan Pangkalpinang berakhir tragis usai dipastikan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya sudah mengunduh perekam data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) di kotak hitam yang sudah ditemukan. Ada 19 penerbangan terakhir yang terekam dalam FDR tersebut. "FDR ini berdurasi yang direkam adalah 69 jam dan parameternya ada 1.790 parameter dan yang terekam di dalam FDR itu ada 19 penerbangan sebelumnya, termasuk yang terakhir," ucap Soerjanto.

Soerjanto menjelaskan dalam empat penerbangan terakhirnya Lion Air PK-LQP ditemukan ada kerusakan pada airspeed indicator. Diketahui pesawat Lion Air PK-LQP dua penerbangan terakhirnya, yakni rute Jakarta-Pangkalpinang dengan nomor penerbangan JT610 pada Senin (29/10) dan rute Denpasar-Jakarta dengan nomor penerbangan JT43 pada Minggu (28/10/2018). "Nah pada empat penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat atau airspeed indicator," ucap Soerjanto. (*)

BERITA REKOMENDASI