Lions Club Yogya Centennial Bagikan 150 Kacamata Gratis

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Selain 
penyakit kebutaan, gangguan lain pada mata yang sering dialami seseorang yakni silindris, minus maupun plus. Walau tidak begitu berat namun keluhan tersebut jika tidak ditanggulangi akan mengganggu produktivitas seseorang.

"Jika setelah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya menunjukan silindris, minus maupun plus maka dianjurkan seseorang untuk menggunakan kacamata. Jika tidak, maka dikhawatirkan malah akan bertambah parah," fokter mata dari RSUD Bantul, dr Sekar Harry Setyawati SpM disela program pembagian kaca mata gratis yang dilaksanakan Lions Club Yogya (LCY) Centennial di Kantor Kecamatan Dlingo Bantul, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya mata memiliki peran paling vital dalam penginderaan manusia. Oleh karena itu masyarakat harus menjaga selalu mata agar tetap sehat yakni dengan cukup istirahat dan memberikan asupan-asupan gizi yang baik bagi mata.

Presiden LCY Centennial, Anggit Pramugari mengatakan sebanyak 150 kacamata dibagikan kepada para pelajar SD san SMP di Dlingo. Kegiatan sosial ini merupakan program dari pusat yang barus dilaksanakan di daerah-daerah.

"Tiap bulan programnya berbeda-beda. Untuk Oktober ini merupakan program 'vision' dan kami laksanakan dengan membagikan kacamata secara cuma-cuma bagi para pelajar," jelasnya.

Diplihnya Dlingo menurut Anggit Pramugari karena di daerah ini banyak ditemui pelajar yang mengalami gangguan pada mata. Para pelajar tak menyadari jika selama ini ia mengalami gangguan pada mata dan baru mengetahui setelah dilakukannya pemeriksaan.

"Kami berharap apa yang kami lakukan dapat meringankan mereka. Bagaimana pun generasi muda adalah aset bangsa, itu sebabnya kami selalu memperhatikan para pelajar agar masa depannya meteka selalu cerah," terangnya.

Kepala Kecamatan Dlingo, Denny Ngajis Hartono menyampaikan pihak pemerintah maupun puskesmas tak henti-hentinya selalu melakukan penyuluhan dan pembinaan tentang kesehatam, khususnya mata pada anak. Namun itu semua itu tak akan berhasil dengan baik jika pihak keluarga maupun ingkungan sekitar tidak mendukung.

"Saat ini pengaruh gadget melalui ponsel cukup besar. Tiap orangtua kini hampir memiliki ponsel, namun ironisnya justru malah anak-anak mereka yang sering menggunakannya tanpa adanya kontrol," ungkapnya.

Ia meminta kepada orangtua untuk lebih bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. Jangan sampai alat yang sedianya membantu memudahkan aktivitas seseorang namun justru malah menimbulkan permasalah baru. (*)

BERITA REKOMENDASI