Lokasi Lion Air Jatuh Tempat Harta Karun VOC?

KARAWANG, KRJOGJA.com – Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sari Nurmiasih membenarkan jika di perairan Karawang atau laut Jawa, tersimpan banyak temuan cagar budaya.

 

Namun, dirinya membantah jika lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 pada Senin 29 Oktober kemarin, berada di kawasan yang tersimpan harta karun dan cagar budaya, seperti informasi yang beredar baru-baru ini.
"Sampai saat ini, belum ada penelitian tentang kawasan kuburan kapal-kapal karam yang membawa muatan cagar budaya di perairan Pakisjaya," ujar Sari saat dihubungi, Jumat (2/11/2018).

Dengan kata lain, sambung dia, lokasi jatuhnya pesawat ini bukan berada di kawasan kuburan kapal karam.  "Dulu memang pernah ada temuan benda cagar budaya, tapi itu lokasinya di Perairan Cilamaya, bukan di Perairan Pakisjaya. Kalau perairan Pakisjaya belum ada penelitian," jelas dia.

Dan jarak antara Cilamaya dan Pakisjaya, kurang lebih memakan waktu sekira 2 jam perjalanan.

Berdasarkan cacatan di dinasnya, sambung dia, di Perairan Cilamaya dulu pernah ditemukan benda-benda berupa koin emas diduga peninggalan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) serta guci-guci peninggalan China hingga jangkar berusia ratusan tahun.

Atas temuan tersebut, ke depan, pemerintah pusat berencana membangun galeri atau museum benda-benda cagar budaya yang ditemukan ini.

"Jadi, kami tegaskan, temuan benda cagar budaya itu adanya di perairan Cilamaya, itu pun sudah lama, bukan perairan Pakisjaya (tempat pesawat Lion Air JT 610 jatuh)," tegas dia. (*)

 

BERITA REKOMENDASI