Lolos BPOM, Masyarakat Tak Perlu Ragu Ikut Vaksinasi Covid-19

Editor: KRjogja/Gus

dr. Jane menyampakan bahwa efikasi vaksin 65% tetap bermanfaat untuk perlindungan diri, keluarga dan orang lain. “Efikasi 65% ini masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali perlindungan. Apalagi saat ini rumah sakit sudah semakin penuh. Kita butuh vaksin COVID-19 untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menekan angka penularan virus,” imbuh beliau. Masih dalam kesempatan yang sama, dr. Jane juga menerangkan agar masyarakat tidak mengkhawatirkan efek setelah vaksinasi nantinya. “Sebenarnya saat vaksin menghasilkan efek simpang yang ringan seperti kemerahan atau demam, itu termasuk vaksin yang aman. Itu bisa dipahami dengan di dalam tubuh vaksin itu bekerja, tubuh terangsang untuk membentuk antibodi.

Jadi, kita jangan takut. Tapi untuk prinsip kehati-hatian, pemerintah sudah mengatur agar setelah divaksinasi nanti menunggu 30 menit, untuk mengetahui ada efek simpang atau tidak,” beliau menambahkan. Dikarenakan nantinya vaksinasi COVID-19 disuntikan dua dosis dalam kurun waktu 14 hari, maka dr. Jane mengingatkan agar semua peserta mengikuti aturan yang berlaku, “Dan nanti diharapkan kerjasamanya. Kalau kita sudah terjadwal untuk vaksinasi, jangan membuat rencana untuk pergi. Itu sampai kita mendapat vaksinasi yang kedua, jangan sampai tidak lengkap. Karena 1 dosis itu tidak cukup,” terangnya.

Tidak lupa pula dr. Jane menghimbau baik kepada tenaga kesehatan dan masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan meski sudah mendapat vaksinasi nantinya. “Jadi, walaupun kita sudah mendapat vaksinasi, tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). Sampai tidak ada penularan lagi. Tenaga kesehatan harus memberikan contoh yang baik, dengan menjalankan 3M,” tutupnya.

BERITA REKOMENDASI