Lovepink Selenggarakan 1.000 USG Payudara Gratis

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Chairwoman Lovepink, Samantha Barbara mengatakan, Indonesia menargetkan bebas kanker payudara stadium lanjut pada tahun 2030. Untuk itu Lovepink melakukan gerakan 1.000 USG payudara gratis untuk perempuan pra sejahtera. Pemeriksaan USG payudara gratis ini berlangsung mulai 1 Oktober 2021.

Untuk gerakan ini Lovepink bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Yogyakarta, Jember, Banjarbaru, dan Padang yang akan dirujuk berdasarkan data lokasi masing-masing peserta.

“Gerakan ini sangat sejalan dengan perkiraan Badan Kesehaan Dunia yang memperingatkan bahwa secara umum kasus kanker berpeluang naik sebesar 81 persen di negara miskin dan menengah pada 2040 apabila kita tidak melakukan tindakan yang bisa menurunkan risiko terpapar kanker, padahal Indonesia sendiri memiliki target untuk mewujudkan kondisi bebas kanker payudara stadium lanjut pada tahun 2030,” kata Chairwoman Lovepink, Samantha Barbara, pada acara webinar Indonesia Goes Pink (IGP), di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Dikatakan, pada kasus kanker payudara, penurunan resiko dapat dimulai dengan melakukan deteksi dini melalui cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Secara Klinis). Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun melansir bahwa lebih dari 80 persen kasus kanker payudara ditemukan berada pada stadium yang lanjut yang membuat upaya pengobatan sulit dilakukan.

Dipaparkan, Lovepink, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosialisasi deteksi dini dan pendampingan bagi sesama perempuan dengan kanker payudara, menjadi salah satu wadah komunitas pejuang dan penyintas kanker payudara yang sejak tahun 2011 mengkampanyekan deteksi dini kanker payudara dengan melalukan pemeriksaan mandiri setiap bulan, pemeriksaan klinis secara reguler, dan mammogram, sebagai cara yang sangat ampuh untuk mengetahui dan mengobati kanker sejak stadium awal.

“Tiap tahunnya di bulan Oktober, Lovepink menyelenggarakan Indonesia Goes Pink (IGP), sebuah rangkaian kegiatan yang digunakan untuk mengajak masyarakat luas untuk lebih mawas diri terhadap kanker payudara,” ujarnya.

“Pada Indonesia Goes Pink 2021 ini, Lovepink hadir dengan tema “Do It, Don’t Quit” dengan landasan pemikiran breast cancer awareness campaign jangan sampai berhenti karena pandemi. Kami berharap supaya kita semua terus saling mengingatkan agar tetap memerhatikan kesehatan payudara, dengan tidak melupakan SADARI dan deteksi dini. Seluruh acara kami susun dengan tujuan menumbuhkan kesadaran sambil menciptakan kegembiraan, membekali diri dengan pengetahuan, serta mensyukuri perjalanan hidup dan kehidupan. KamI juga melihat urgensi untuk memberikan akses kepada perempuan pra-sejahtera untuk melakukan deteksi klinis melalui Gerakan 1.000 USG Payudara Gratis,” paparnya.

Sementara itu, Advisor Medis Lovepink. Patsy Djatikusumo, Sp.GK mengatakan, kanker payudara pun dinilai sebagai komorbid dalam masa pandemi covid-19 ini, apalagi kalau sudah terjadi metastase atau penyebaran sel kanker ke bagian organ tubuh yang lain. Oleh karena itu, protokol kesehatan yang ketat menjadi kewajiban karena sistem kekebalan baru akan pulih beberapa bulan setelah menyelesaikan perawatan terapi.

“Bagi teman-teman pejuang kanker payudara, konsultasikan mengenai vaksinasi Covid-19 ini kepada dokter yang selama ini merawat anda, karena setiap orang harus terlebih dahulu memastikan kondisinya masing-masing sebelum menerima suntikan vaksin. Dokter akan memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi kesehatan, jenis vaksin, proses perawatan yang sedang dijalankan, serta bagaimana sistem kekebalan tubuh bekerja. Konsultasikan juga kondisi anda setelah vaksin untuk melihat sejauh apa perkembangan daya tahan tubuh anda terhadap Covid-19,” jelasnya.

Melalui IGP 2021, Lovepink berharap pemahaman masyarakat akan kanker payudara dapat semakin baik, terutama kesadaran untuk melakukan SADARI secara teratur, yaitu pada hari ketujuh sampai hari kesepuluh dihitung dari hari pertama menstruasi setiap bulannya bagi perempuan. Sedangkan bagi laki-laki dan perempuan yang sudah menopause dapat dipilih satu tanggal yang tetap setiap bulannya.

Manfaatkan juga bulan Oktober setiap tahunnya sebagai pengingat untuk melakukan pemeriksaan klinis, ultrasound dan/atau mammogram. “Kampanye pemeriksaan dini ini akan terus kami kumandangkan karena kita harus mampu memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk memiliki kesadaran yang lebih baik akan kesehatan mereka. Dengan membangun rutinitas pemeriksaan dini, secara tidak langsung kita juga mendukung terwujudnya tahun 2030 bebas kanker payudara stadium lanjut,” paparnya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI