LPS Selesaikan Proses BDL Dua Bank di Jogja

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA (KRjogja.com) – Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) sedang menyelesaikan proses bank dalam likuidasi (BDL) untuk satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Gunung Kidul, Di Yogyakarta. Sementara satu bank BPR yang mauk kategori BDL sudah selesai dilakukan.

"Untuk Yogyakarta, dari dua BPR yang masuk BDL, satu sudah diselesaikan dan satu lagi sedang dalam proses likuidasi. BPR itu ada di Gunung Kidul," kata Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Ferdinan D. Purba pada acara buka puasa dengan wartawan di Jakarta, Kamis (8/6).

Sementara BPR yang dalam BDL di Jawa Tengah ada 6 BPR yang terdapat di Demak, Pati, Solo, Sukoharjo dan Sragen ini semuanya sudah diselesaikan proses BDLnya. Sebenarnya, tambah Ferdinan, ada  79 bank yang masuk BDL yakni 78 BPR dan 1 Bank umum. Namun yang sudah diselesaikan baru 65 BDL sedangkan sisanya masih proses BDL. 

Paling tinggi terjadi di Jawa Barat dengan 30 BDL dan sudah diselesaikan 27 BPR dan tertinggi kedua adalah Sumatera Barat dari 14 BPR yang masuk BDL sudah 13 diselesaikan. "Dari 79 BDL yakni 78 BPR dan 1 Bank umum, yang sudah diselesaikan baru 65 BDL sedangkan sisanya proses BDLnya. Paling tinggi terjadi di Jawa Barat dengan 30 BDL dan sudah diselesaikan 27 BPR dan tertinggi kedua adalah Sumatera Barat dari 14 BPR yang masuk BDL sudah 13 diselesaikan," tegasnya.

Dikatakan, dari 79 bank tersebut yang layak bayar hanya Rp 1,2 triliun. Sedangkan tidak layak bayar sebesar Rp 314 miliar. Sementara total simpanannya mencapai Rp 1,51 triliun.
Dipaparkan, selama 2017 ini LPS sudah telah mencabut izin usaha tiga bank sejak awal tahun hingga Juni 2017 ini. Ketiga bank tersebut BPR di Deli Serdang, Jakarta dan Sidoarjo dengan total pinjaman sebesar Rp 24 miliar.

"Yang dicabut izin usahanya yaitu di Deli Serdang, Jakarta dan Sidoarjo. Total simpanannya Rp 24 miliar," ujar Ferdinan.

Sementara itu Direktur Eksekutif Keuangan LPS Rudi Santoso mengatakan, total aset Lembaga LPS hingga akhir April 2017 mencapai Rp 79,3 triliun atau tumbuh 8,68 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 73 triliun.

Adapun bentuk aset yang dimiliki LPS sekitar 96,2 persen berupa penempatan investasi, yaitu sebesar Rp 76,3 triliun. Sedangkan sisanya dalam bentuk kas dan piutang sebesar Rp 2,7 triliun sebesar 3,5 persen, aset tetap sebesar Rp 111,7 miliar dan aset lainnya sebesar Rp 183,5 miliar.

Selain itu, selama Januari-April 2017, LPS membukukan pendapatan sebesar Rp 6,9 triliun yang sumbernya berasal dari pendapatan premi Rp 5,02 triliun, hasil investasi Rp 1,83 triliun, claim recovery Rp 1,5 miliar dan pendapatan lainnya Rp 27,3 miliar. (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI