LRT Jabodebek Siap Diuji Coba

JAKARTA.KRJOGJA.com – PT Adhi Karya selaku kontraktor proyek pembangunan kereta api ringan atau Light Rail Train Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) terus mempercepat pengerjaan proyek tersebut.

Sampai saat ini pengerjaan konstruksi proyek LRT Jabodebek sudah mencapai 58% untuk hampir keseluruhan rute. "Sejak ground breaking September 2015 proyek LRT sudah mencapai rata-rata 58% dengan panjang lintasan 44 Km," ujar Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto di Jakarta, Jumat (15/02/2019).

Budi mengakui, pihaknya masih dihadapkan pada sejumlah kendala dalam pengerjaan proyek LRT, utamanya soal pembebasan tanah untuk depo di Bekasi Timur. Pasalnya pengoperasian LRT Jabodebek tidak bisa dilakukan tanpa depo. 

Pembebasan lahan depo LRT Jabodebek di Bekasi Timur ditargetkan selesai Maret dan bisa mulai dibangun April. "Mudah-mudahan Maret tahun ini selesai. April mulai konstruksi di depo seluas 10 hektar itu," ujarnya.

Direktur Operasional PT Adhi Karya, Pundjung Setya Brata menambahkan, dengan progres capaian tersebut, LRT Jabodebek siap diuji coba pada pertengahan tahun ini.

Menurut Pundjung, kemajuan pengerjaan yang paling signifikan ada di lintas pelayanan Cawang – Cibubur yang sudah mencapai 78,5% per 8 Februari 2019. "Pengerjaan di sepanjang lintas Cawang – Cibubur bisa lebih cepat lantaran tidak terhambat oleh masalah pembebasan lahan,” jelasnya.

Sedangkan untuk lintas pelayanan Cawang – Kuningan – Dukuh Atas dan lintas pelayanan Cawang – Bekasi Timur masing-masing kemajuan pengerjaannya sudah mencapai 46,1% dan 52,8%. "Dua lintas tersebut masih terhambat oleh pembebasan lahan, terutama di Bekasi Timur yang akan menjadi lokasi depo LRT Jabodebek seluas 10 hektar," ungkap Pundjung.

Pundjung menambahkan, pada pertengahan tahun ini lintas pelayanan Cawang – Cibubur bisa tuntas dan dilakukan ujicoba. Sekitar Juni atau Juli nanti rangkaian atau trainset pertama yang datang dari PT Industri Nasional Kereta Api (INKA) bisa diuji coba di lintas pelayanan Cawang – Cibubur, dengan waktu tempuhnya sekitar 42 menit.

Satu rangkaian LRT Jabodebek yang diproduksi oleh INKA di Madiun terdiri dari enam kereta. Jumlah rangkaian yang telah dipesan untuk LRT Jabodebek semuanya ada 31 rangkaian atau total 186 kereta. LRT Jabodebek tahap I terdiri dari tiga lintas pelayanan yang menelan biaya Rp 22,8 triliun.

Seluruh rangkaian tersebut nantinya akan dioperasikan menggunakan sistem persinyalan moving block yang diklaim mampu memangkas jarak antar rangkaian atawa headway hingga tiga menit. Hal itu membuat rangkaian yang dioperasikan bisa lebih banyak dan dapat mengangkut lebih banyak penumpang hingga 500.000 per hari.

Direncanakan seluruh lintas pelayanan LRT Jabodebek tahap I bisa beroperasi pada 2021 yang akan didukung oleh hunian Transit Oriented Development (TOD) yang dikembangkan di sekitar stasiun. (Imd)

BERITA REKOMENDASI