LRT Jabodetabek Beroperasi Pertengahan 2019

JAKARTA (KRjogja.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melaksanakan penandatangan kontrak pelaksanaan pembangunan prasarana kereta api ringat (Light Rail Transit/LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek). Adapun nilai kontrak tersebut sebesar Rp23,3 triliun.

Dalam kontrak disebutkan bahwa LRT Jabodebek tahap I dengan jalur Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Dukuh Atas beroperasi pada pertengahan 2019. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono menegaskan, bahwa jalur yang beroperasi itu semuanya. Artinya prasarana dan sarana sudah operasional. 

"Bedanya jalan tol dengan kereta api. Kereta api tidak bisa ngomong prasarana atau jalannya saja. Tapi selain itu ada juga sarananya, jadi tidak bisa prasaran selesai itu bisa dikatakan selesai pekerjananya. Pertengahan 2019 itu benar-benar sudah beroperasi," tuturnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (10/2/2017). 

Dalam penugasan pengerjaan prasarana dikerjakan oleh Adhi Karya dan sarana dikerjakan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurut Prasetyo, diperlukan sinergi antara KAI dan Adhi Karya dalam penyelesaian LRT Jabodebek agar bisa operasi pada pertengah 2019. "Walaupun dalam penugasan ini dia hanya menyelesaikan prasarana, sarananya diselesaikan temen-temen KAI dan bisa bekerjsanma dengan badan usaha lain, tapi dalam pengerjaannya harus dikerjasamakan bersama," ujarnya. (*)

LRT

BERITA REKOMENDASI