LSF Sensor 37.954 Tayangan Televisi dan 16 Materi Ditolak

JAKARTA, KRJOGJA.com – Hasil sensor Lembaga Sensor Film (LSF) tahun 2020, LSF telah menyensor 39.863 film dan iklan film. Jumlah tersebut meliputi jenis film untuk layar lebar (bioskop), televisi, palwa (penjualan dan penyewaan melalui keping cakram/DVD), jaringan informatika, sarana promosi, festival, kalangan terbatas, dan event tertentu.

Untuk jenis tayangan televisi sebanyak 7.954 Tayangan Televisi Disensor, 16 materi ditolak Lembaga Sensor Film (LSF) . Demikian Rommy Fibri Hardiyanto didampingi Ervan Ismail sebagai Wakil Ketua dalam keterangan pers Laporan Kinerja LSF 2020 dan Peluncuran Video Klip Budaya Sensor Mandiri, Kamis (22/2/2021).

“Dari total keseluruhan, mayoritas sensor film adalah untuk televisi, yakni 95,99 persen. Adapun film layar lebar hanya 1,40 persen dan sisanya untuk jaringan informatika. Jumlah 39.863 tersebut memperlihatkan bahwa belum seluruh film dan iklan film yang beredar di Indonesia disensorkan,” lanjutnya.

Padahal pada Pasal 57 UU Perfilman, disebutkan bahwa setiap film dan iklan film yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan ke khalayak umum wajib memperoleh Surat Tanda Lulus Sensor (STLS). Apalagi di era digital saat ini, masyarakat memiliki banyak alternatif untuk mengakses konten film, terutama yang berbasis pada jaringan informatika, baik berupa layanan Over the Top (OTT) maupun Video on Demand (VoD).

BERITA REKOMENDASI