Luhut Bantah Asing Boleh Tangkap Ikan di Perairan RI

JAKARTA (KRjogja.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pihaknya berupaya mencari opsi terbaik untuk memanfaatkan kekayaan perikanan di kawasan Natuna.

Luhut menegaskan dirinya tidak pernah mengusulkan untuk membuka investasi asing terkait bidang perikanan tangkap di Natuna. "Saya enggak pernah mengusulkan untuk membuka kepada investasi asing. Saya hanya melihat kalau kita bikin sekarang kawasan perikanan, industri ikan, terus yang ambil ikannya siapa?," katanya di kantornya di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Menurut dia, pemerintah akan mengupayakan agar dalam negeri bisa secara total memegang kendali penuh atas pengelolaan kekayaan alam perikanan di kawasan strategis itu.

"Tapi kalau tidak bisa dalam negeri, ada tidak peluang di mana kita bikin 'joint venture' antara negara-negara asing dengan pengusaha-pengusaha Indonesia yang berbasis di Indonesia dan kapalnya dari Indonesia?," katanya.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu menuturkan, jika memang pengelolaan bisa dilakukan sepenuhnya oleh nelayan lokal, tentu peluang joint venture dengan asing tidaklah perlu. "Jadi jangan terus kita kasih komentar macam-macam. Kami baru mengkaji, belum sampai pikiran (untuk revisi Daftar Negatif Investasi)," imbuhnya.

Luhut menambahkan pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait masih akan mempelajari opsi terbaik untuk sektor perikanan di Natuna paling tidak dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

"Ini saya bicara lagi dengan Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan). Kalau Bu Susi bilang bisa, ya silakan saja. Itu wewenang beliau (buka investasi bagi asing). Tapi kalau tidak bisa, kami pelajari opsi mana lagi. Jadi jangan juga langsung lari ke situ (revisi DNI). Saya enggak suka diadu-adu. Saya cari yang terbaik," pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI