Luhut ke Polandia Negosiasi Sawit

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akan kembali meyakinkan Uni Eropa untuk mendukung produk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dari Indonesia. Sebelumnya, Uni Eropa telah menunda pelarangan CPO sebagai bahan campuran biofuel hingga 2030 lewat Arahan Energi Terbarukan Uni Eropa (RED II).

Kesepakatan itu menggantikan rancangan sebelumnya yang akan menghapus minyak kelapa sawit sebagai bahan dasar biofuel pada 2021. Rencananya, Luhut bersama tim akan berangkat minggu depan. "Kami nanti lobi lagi, saya akan pergi ke Polandia. Salah satu tugas saya untuk meyakinkan mereka," ujar Luhut.

Luhut mengatakan Uni Eropa masih mempersoalkan isu lingkungan terkait CPO. Padahal, lanjutnya, Indonesia telah berupaya untuk mengurangi isu lingkungan lewat moratorium perluasan lahan dan evaluasi perkebunan kelapa sawit.

Moratorium ini diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 19 September 2018 silam.

Pemerintah menegaskan penghentian sementara ini berlaku selama tiga tahun. "Kami sudah tidak membuat pelebaran (lahan sawit). Kami juga memperbaiki 41 persen lahan sawit small holder (lahan sawit milik rakyat)," kata Luhut. (*)

BERITA REKOMENDASI