Luqman Hakim: Hentikan Kekerasan dan Tarik Polisi Dari Desa Wadas 

Editor: Ary B Prass

JAKARTA, KRJOGJA.com – Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI yang meliputi Kabupaten Purworejo Luqman Hakim memberi apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang merespon cepat atas permintaan banyak pihak, diantaranya NU, Muhammadiyah dan DPP PKB, dengan memerintahkan pembebasan puluhan warga Desa Wadas yang ditangkap dan ditahan polisi.
“Selain itu,  Kapolri juga perlu merespon positif desakan NU, Muhammadiyah, DPP PKB dan kelompok masyarakat lainnya, agar menghentikan represi aparat polisi kepada warga sekaligus saya minta agar Kapolri menarik seluruh pasukan polisi dari Desa Wadas dan sekitarnya,” kata Luqman dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (9/2/2022).
Ia mengungkapkan, ketika rakyat telah menjadi korban, apapun dalil yang dipakai, pasti tidak bisa diterima akal sehat dan hati nurani. Kekerasan aparat polisi hanya melengkapi derita dan kesengsaraan warga yang selama ini telah manjadi korban agitasi para provokator dan hasutan makelar kasus (markus) yang menunggangi permasalahan pembebasan lahan milik warga.
Untuk itu, lanjut Luqman,  guna memulihkan suasana damai dan tenteram di Desa Wadas dan sekitarnya, dirinya minta Badan Intelijen Negara (BIN) mengerahkan sumber daya secukupnya untuk melakukan identifikasi pihak-pihak yang selama ini memperkeruh situasi di Desa Wadas. Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PKB ini, para provokator dan markus, yang seharusnya ditangkap polisi.
“Bukannya warga desa biasa yang tidak bersalah,” tegas Luqman. Terkait rencana penambangan batu andesit seluas 124 hektar di Desa Wadas, dirinya minta kepada pemerintah agar melakukan kajian ekologi dan analisa dampak lingkungan yang komprehensif sebagai dasar apakah rencana penambangan tersebut layak dilanjutkan atau dihentikan.
“Apabila kajian ekologi dan analisa dampak lingkungan menghasilkan kesimpulan mudharat yang lebih besar, yakni akan terjadi kerusakan lingkungan hidup di Desa Wadas dan sekitarnya, saya minta pemerintah berbesar hati membatalkan rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas,” tutur Luqman.

BERITA REKOMENDASI