M Nasir Tunda Reorganisasi LIPI

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir memastikan menunda sementara proses reorganisasi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Proses reorganisasi ini sebelumnya menuai polemik setelah puluhan peneliti dan profesor LIPI mengeluarkan surat pernyataan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Laksana Tri Handoko sebagai Kepala LIPI.

"Reorganisasi sudah dilaksanakan. Kalau tidak sesuai target, akan diperbaiki. Tapi sementara berhenti dulu," ujar Nasir usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden.

Proses penghentian reorganisasi di tubuh LIPI sebelumnya telah disepakati oleh Handoko dengan para peneliti dalam kesepakatan moratorium yang ditandatangani pada 8 Februari 2019. Namun Handoko dianggap mengingkari kesepakatan itu dengan tetap menjalankan proses reorganisasi.

Nasir mengatakan proses reorganisasi sejatinya merupakan hal yang biasa dilakukan di suatu lembaga. Menurutnya, proses reorganisasi ini tak lantas memberhentikan pegawai yang ada di LIPI.

"Tapi bagaimana organisasi ini menjadi lebih baik. Tujuan utamanya adalah target capaian LIPI ke depan. Jadi jangan sampai masalah ini justru mengecilkan nama LIPI, ini lembaga besar," katanya.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro ini meminta pada peneliti dan profesor LIPI agar tak berprasangka buruk pada proses reorganisasi tersebut. Ia berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan para pihak yang ada di bagian dikti.

"Saya minta pak sekjen ristekdikti undang para pegawai. Kita bicarakan target capaian LIPI ke depan, reorganisasi seperti apa, dampaknya apa, ada pergantian tidak, dan sebagainya," tuturnya. (*)

BERITA REKOMENDASI