Mahasiswa Jadi Cadangan Pertahanan, Ini Komentar Nadiem Makarim

JAKARTA, KRJOGJA.com – Belum ada pembahasan secara resmi  antara Kemdikbud dan Kemenhan  mengenai persiapan melatih siswa hingga mahasiswa menjadi pasukan cadangan pertahanan Republik Indonesia .

"Belum, belum sempet bicara sama Bapak (Prabowo). Tapi saya akan bicara dengan Pak Menhan mengenai ini," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di Jakarta,Rabu (13/11 2019). 

Nadiem menjelaskan, rencana Prabowo yang akan melibatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan (Kemendikbud) dan perguruan tinggi untuk menyiapkan komponen cadangan pertahanan Indonesia sama sekali belum dibahas. 

Dia bahkan belum memiliki bayangan mengenai pelibatan pelajar yang digagas Menhan Prabowo. "Belum, saya belum sempat berbicara. Saya kan seharian rapat terbatas (ratas) kemarin," ucapnya.

Sejauh ini, pembahasan dirinya bersama Prabowo sudah meliputi beberapa isu. Namun hal itu terkait dengan arahan dari presiden, tidak ada sangkut pautnya dengan gagasan Menhan.

"Satu-dua itu topiknya saya kan. Jadi saya dua hari ini full ratas sama pak presiden," tuturnya.

Di tempat terpisah Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ismunandar mengatakan kalau  koordinasi urgensinya soal bela negara.

"Kan sebetulnya sudah kita dorong. kalau kemarin kan di penerimaan mahasiswa baru salah satu hal yang kita minta untuk dimasukan di materi orientasi mahasiswa baru kan bela negara. Tapi terkait dengan bela negara sudah kita lakukan, tapi bukan seperti wajib militer yang di luar. kita nanti harus koordinasi dengan Kemhan begitu juga sebaliknya. Demikian Ismunandar .

Bentuknya seperti apa,pendidikan Kalau dalam bentuk mata kuliah atau apa sedang kita pikirkan. "Kalau sekarang mata kuliah wajib umum kita itu Pancasila, Bahasa Indonesia, kewarganegaraan yang masuk di situ. nah bela negara secara umum kita minta masuk ke penerimaan mahasiswa baru. 

"Bela negara cakupannya itu dari cinta tanah air yang bisa diwujudkan dengan orang berkarier sebaik mungkin di bidang profesinya masing-masing termasuk bela negara.  Nantinya tidak akan dalam bentuk materi khusus,mata kuliah  wajib umum tadi dalam rangka itu tujuan utamanya. terus di penerimaan mahasiswa baru," tandasnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI