Mahasiswa KKN Bisa Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Mahasiswa yang tengah melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN), bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan masuk dalam kategori peserta bukan penerima upah (BPU).

"Dan mahasiswa tersebut bisa mengiur secara mandiri karena, KKN sudah bisa dikatakan bekerja," kata Anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagajerjaan Eko Darwanto usai memberi kuliah umum 40 Menit, di kampus Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Senin (19/3/2018).

Terkait dengan Kuliah Umum 40 Menit, dia menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka sosialisasi tentang jaminan sosial bagi para mahasiswa. Meski belum bekerja, menurutnya, para mahasiswa calon pekerja yang potensial.
Untuk itulah, BPJS Ketenagakerjaan mengunjungi kampus-kampus, guna menanamkan pemahaman jaminan sosial sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja nantinya. 

"Kegiatan ini, sesungguhnya dilakukan masih dalam rangkaian ulang tahun BPJS Ketenagakerjaan ke 40 pada 5 Desember 2017 lalu," tutur Eko. Kegiatan ini digelar di 49 perguruan tinggi di seluruh Indonesia berlangsung sejak Senin (6/11/2017 7) silam, Kuliah Umum 40 Menit ini telah digelar di beberapa kampus di Indonesia antaranya Undip (Semarang), Universitas Riau, Unpad (Bandung), Unsud (Purwokerto) Universitas Flores  (Ende), UKSW Salatiga, Universitas Siliwangi (Tasikmalaya) dan STAN.

Materi yang diberikan dalam kuliah umum ini tentunya seputar jaminan sosial dan program – program BPJS Ketenagakerjaan. Seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat memahami filosofi jaminan sosial yang sebenarnya, yang merupakan hak bagi setiap pekerja.

Dalam kuluah umum di Unas diikuti 200 mahasiswa. "Para mahasiswa sangat antusias mengikuti kuliah umum ini, berbagai pertanyaan banyak diajukan dari para peserta. Harapan kami semoga acara seperti ini dapat diperluas lagi cakupan pelaksanaannya ke seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan dilaksanakan rutin setiap tahunnya," tutur Eko Darwanto. (Ful)

BERITA REKOMENDASI