Mahfud Minta Malaysia Turut Cegah Penyanderaan WNI

Editor: Ivan Aditya

 

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Malaysia ikut tanggung jawab soal penyanderaan terhadap lima warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf. Lima nelayan dari Indonesia itu diculik saat melaut di Sabah yang berbatasan dengan Filipina.

"Saya akan berundinglah, akan bicara dengan pihak Malaysia agar sama-sama ambil tanggung jawab peristiwa yang berkali-kali terjadi. Sudah 44 orang kita diculik, sekali culik 3-5 orang," kata Mahfud.

Mahfud menuturkan dari semua korban penculikan Abu Sayyaf, pemerintah telah berhasil membebaskan 38 WNI, sementara satu orang tewas melarikan diri dengan cara terjun ke laut. 

"Semua berhasil dibebaskan tetapi buang biaya, waktu dan sebagainya," kata Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan pemerintah Indonesia sudah memberikan pernyataan resmi meminta peran aktif Malaysia dalam mengantisipasi dan menangani perompak Abu Sayyaf. 

Pemerintah, lanjut Mahhfud, menyarankan untuk mengaktifkan lagi kerja sama Malaysia, Filipina dan Indonesia (Mafiindo) untuk mengusir perompak Abu Sayyaf. Mahfud menyebut poros Mafilindo telah ada sejak era Presiden Sukarno. (*)

BERITA REKOMENDASI