Manajemen Tegaskan PTDI Tidak Dijual

JAKARTA,KRJOGJA.com – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) membantah bahwa BUMN pembuat pesawat terbang tersebut dijual ke China. Hal tersebut menepis kabar yang belakangan ini beredar di media sosial bahwa PTDI sebagai Industri Strategis Indonesia dijual pemerintah Indonesia ke pihak Asing atau China.

Manager Hukum dan Humas PTDI, Irlan Budiman menjelaskan PT DI termasuk salah satu industri strategis yang diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Industri Pertahanan. Dalam UU No. 16 Tahun 2012 Pasal 52 ayat 1 dijelaskan bahwa Kepemilikan modal atas industri alat utama seluruhnya dimiliki oleh negara.

Penjelasan dalam UU No. 16 Tahun 2012 Pasal 52 ayat 1 di atas bahwa kepemilikannya sepenuhnya dikuasi oleh negara dan dilarang dijual kepada pihak asing manapun. Dengan begitu, PTDI menegaskan bahwa kabar yang beredar melalui aplikasi berbagi pesan maupun media sosial adalah kabar bohong atau HOAX.

“Industri Pertahanan dilindungi UU No. 16 Tahun 2012 yang terjamin oleh negara eksistensinya, dengan demikian tidak boleh sebagian atau seluruh sahamnya dijual kepada pihak manapun dan 100 persen milik Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Irlan Budiman dalam keterangan resminya, Sabtu (29/4/2017)

Irlan menegaskan, dengan adanya kabar yang menyesatkan ini, pihaknya mengimbau kepada semua pihak untuk bijak dalam menyebarkan informasi, terutama informasi yang tidak benar atau menyesatkan.

"Dukungan dari semua pihak dibutuhkan untuk mendukung kemandirian Industri Dirgantara Indonesia demi kemajuan bangsa Indonesia," tegasnya.

PTDI merupakan badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976, terletak di Bandung, Indonesia. Produk utama yang dihasilkan adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa.(*)

BERITA REKOMENDASI