Manfaat Tambahan Program JKK – JKM Naik Signifikan

Editor: Agus Sigit

BOGOR, KRJOGJA.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) melakukan sosialisasi peningkatan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sesuai PP 82 Tahun 2019. Dalam hal ini manfaat tambahan bagi peserta Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) naik signifikan.

“Dengan kenaikan manfaat ini dapat membuat pekerja lebih tenang dan bekerja lebih optimal,” kata Kepala Cabang BP Jamsoatek Bogor, Chairul Arianto saat acara Sosialisasi Kenaikan Manfaat Peogram JKK dan JKM di Funtion Room, Mayapada Hospital, Bogor, Rabu (4/3/2020).

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung 3 sampai 4 Maret 2020 itu diikuti 300 peserta dari kalangan pengusaha dan pekerja. Chairul menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah bergabung menjadi peserta program BP Jamsostek.

Ia juga menjelaskan, sosialisasi ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari diresmikannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan PP 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian oleh Presiden Jokowi. Chairul menuturkanm dalam sosialisasi dan edukasi itu, di antaranya dijelaskan biaya transportasi bagi peserta yang mengalami kecelajasn kerja.

Penggantian biaya transportasi darat yang semula maksimal Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, transportasi laut dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan transportasi udara dari Rp 2 juta menjadi Rp 10 juta. Bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan sementara tidak mampu bekerja, semula hanya mendapatkan manfaat 75 persen dari upah yang dilaporkan untuk enam bulan kedua, kini mendapatkan 100 persen upah selama satu tahun.

Selain manfaat tambahan program kecelakan kerja, menurut Chairul, ada beberapa peningkatan manfaat jaminan kematian di antaranya santunan kematian yang sebelumnya Rp 16,2 juta meningkat menjadi Rp 20 juta. Biaya pemakaman yang semula Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta, santunan berkala yang semula Rp 4,8 juta menjadi Rp 12 juta. Sehingga total santunan sebesar Rp 42 juta.

Selain itu, untuk manfaat beasiswa yang dibiayai oleh negara melalui BP Jamsostek sampai dengan lulus S1 untuk anak pekerja yang mengalami kecelakaan meninggal dunia. “Ini bagian dari salah satu untuk menjaga generasi berikutnya jangan sampai tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya lantaran kepala keluarga yang tertimpa musibah sehingga turun penghasilannya,” tegas Chairul. (Ful)

BERITA TERKAIT