Mantan Sekretaris MA Ajukan Praperadilan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengajukan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal tersebut dibenarkan oleh penasihat hukum Nurhadi, Maqdir Ismail.

"Betul sekali, saya ikut jadi salah seorang kuasa beliau dalam perkara Praperadilan," ujar Maqdir.

Ia mengatakan gugatan diajukan per tanggal 18 Desember lalu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sementara, terang dia, sidang perdana praperadilan akan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2020.

Merespons hal tersebut, Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya bakal menghadapi gugatan yang diajukan. Ali meyakini penetapan Nurhadi sebagai tersangka sudah berdasarkan kekuatan alat bukti dan sesuai dengan hukum acara yang berlaku.

"Pada prinsipnya tentu kami akan menghadapi gugatan tersebut dan juga sangat meyakini bahwa sejak awal kasus ini memang didasarkan pada bukti-bukti yang kuat," ucap Ali Fikri.

Ia menambahkan, pihaknya akan lebih dulu mempelajari materi permohonan yang diajukan Nurhadi. "Nanti kami akan pelajari lebih lanjut materi permohonan praperadilan tersebut," ucapnya. (*)

MA

BERITA REKOMENDASI