Marak Pemalsuan, BPJS Harus Jemput Bola

JAKARTA (KRjogja.com) – Kepolisian berhasil mengamankan seorang warga di Jakarta Utara lantaran kedapatan telah mengedarkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) palsu kepada warga yang sedang berobat di Puskesmas Koja, Jakarta Utara.

Menurut Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih, masyarakat diharapkan waspada terhadap maraknya kasus pemalsuan BPJS. Selain itu, seharusnya Direksi BPJS dapat membuka tempat-tempat pendaftaran peserta yang resmi.

"Kalau ini, kan persoalan pengaruh keanggotaan. BPJS Kesehatan harus membuka tempat-tempat resmi pembuatan kartu peserta. BPJS harus umumkan ke masyarakat luas tempat resmi. Memang di setiap Kabupaten ada kantor BPJS tapi kan seharusnya ada diperkecil lagi," kata Daeng kepada Okezone, Jumat (12/8/2016).

Sementara itu, Daeng berharap jika Direksi BPJS 'jemput bola' dengan turun kemasyarakat untuk melakukan penggalangan sosialisasi agar membedakan kartu BPJS asli dengan yang palsu.

"BPJS kan menyiapkan pendaftaran online yang bisa dicetak langsung. Memang tidak semua masyarakat mengerti (sisitem online) tapi setidaknya digalakan (diberitahu) lah ke masyarakat," tukasnya.

Sebelumya, warga Koja, Jakarta Utara yang ingin berobat di puskesmas menggunakan kartu BPJS. Namun ketika registrasi dilakukan oleh dr Anita Yuliasari yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai register BPJS, dokter tersebut pun akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada Lurah Koja yakni Devika Romadi.

Sementara itu, kepolisian yang mendapatkan laporan adanya temuan kartu BPJS palsu kini masih melakukan pendalaman. (*)

 

BERITA REKOMENDASI