Marak Penipuan, AMPHURI Dukung Pembentukan Satgas Umrah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) yang merupakan asosiasi haji dan umrah tertua di Indonesia menyambut positif langkah Kemenag dan Polri berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menangani kasus penipuan yang marak dilakukan oleh oknum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Kami sangat mendukung. Kami pun berharap, Satgas ini nantinya akan lebih mengedepankan pada penyelesaian masalah jamaah umrah yang gagal diberangkatkan. Dan kalau dari urgensinya, kami siap jika dilibatkan dalam satgas ini nantinya,” kata Bendahara Umum (Bendum) AMPHURI Tauhid Hamdi di Jakarta, Jumat (6/3/2018).

Sebelumnya, Komisi III DPR RI sepakat mengusulkan rencana untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) menangani kasus penelantaran dan penipuan jemaah umrah, namun Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mujahid menegaskan, tidak perlu. Terhadap Hal ini Tauhid sependapat dengan alasan sama yakni terlalu lama.

"Jika ditangani dengan Pansus akan memakan waktu. Sementara, proses persidangan di kasus FT dan penyidikan PT ABU Tour tengah berjalan. Apalagi, Satgas yang menangani perkara ini dalam waktu dekat akan terbentuk sehingga prosesnya akan lebih cepat,” kata Tauhid.

Pada kesempatan ini ia juga mengimbau para calon jamaah umrah agar lebih berhati-hati lagi dalam memilih travel yang akan digunakannya dalam menjalankan ibadah umrah. Menuryt Tauhid, jangan mudah diiming-imingi dan memilih travel itu gampang yaitu ingat saja kuncinya, 5 Pasti Umrah.

"Pasti travelnya berizin, pasti tiket pesawatnya, pasti jadwal keberangkatannya, pasti visanya, dan pasti hotelnya. Kalau lima hal ini sudah terpenuhi, Insha Allah, jamaah aman. Dan pasti dapat beribadah dengan kusyuk di Tanah Suci,” tegas Tauhid

Ia menegaskan demikian, karena kasus penelantaran calon jamaah umrah di Indonesia seperti tak ada habisnya. Belum lagi selesai proses persidangan penelantaran puluhan ribu calon jemaah umrah oleh PT First Anugerah Karya Wisata atau yang dikenal dengan nama First Travel (FT), belakangan justru terkuak kasus dugaan penelantaran baru yang diduga dilakukan oleh PT Amanah Bersama Umat (ABU) Tour. (Ful)

BERITA REKOMENDASI