Maruf Amin Berharap Industri Asuransi Syariah Terus Berkembang

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJa.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap, industri asuransi syariah sebagai bagian dari industri keuangan syariah, tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam situasi pandemi. Menurut dia, hal itu wajib dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah di Indonesia.

“Di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masa transisi menuju tatanan normal baru. Kita memiliki momentum yang baik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” kata Ma’ruf.

Selain itu, lanjut Wapres, beberapa lembaga seperti Islamic Finance Development Indicator (IFDI), Indonesia dan Islamic Finance Country Index (IFCI) memberikan penilaian yang sangat baik terhadap Indonesia.

Karenanya, demi menjaga konsistensi penilaian itu, Wapres Ma’ruf Amin memberikan beberapa arahan untuk perbaikan kondisi industri asuransi syariah.

Pertama, untuk industri asuransi syariah harus lebih banyak meningkatkan inovasi produk. Hal itu ditujukan agar meningkatkan inklusi dan mendukung pertumbuhan, serta menggali potensi berbagai sektor yang selama ini belum dilayani oleh asuransi syariah.

Kedua, eksposur industri asuransi syariah perlu ditingkatkan untuk meningkatkan awareness terhadap produk-produk dan industrinya.

“Upaya ini dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi syariah,” jelas Wapres.

Ketiga, industri asuransi Syariah harus lebih memperhatikan aspek tata kelola usaha yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Menurut Wapres, penerapan aspek GCG yang baik diharapkan dapat menghindari masalah-masalah dalam industri asuransi seperti kasus gagal bayar pada beberapa perusahaan asuransi. (*)

BERITA REKOMENDASI