Maruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar aset First Travel yang dirampas untuk negara dapat dikembalikan pada para calon jemaah yang menjadi korban penipuan. Sebab, sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA), aset hasil penipuan dan pencucian uang itu justru dirampas untuk negara alih-alih kembali ke jemaah.

"Ya itu kan dananya jemaah yang dipakai First Travel, karena itu ketika aset disita ya harus dikembalikan ke jemaah," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan, pengembalian aset tersebut dapat dilakukan sesuai kewenangan pengadilan. Nantinya aset itu dapat dibagikan sesuai dengan penghitungan yang adil dan merata bagi para jemaah.

"Itu bisa dikumpulkan, dibagi, tentu kalau tidak bisa 100 persen tapi berapa persennya (yang dikembalikan). Nanti kita serahkan kepada pihak otoritas mereka punya mekanisme sendiri. Caranya adil, yang penting itu prinsipnya adil," tuturnya.

Dalam putusan MA, pemilik First Travel, Andika divonis 20 tahun penjara dan istrinya, Annisa 18 tahun penjara karena melakukan penipuan dan pencucian uang menggunakan uang para jemaah.

Vonis itu dikuatkan di tingkat banding dan kasasi oleh MA. Sesuai permintaan jaksa penuntut umum, hasil rampasan aset itu diminta dikembalikan pada jemaah. Namun merujuk pada fakta persidangan, hakim menyatakan pengelola aset korban First Travel menolak menerima pengembalian aset yang menjadi barang bukti tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI