Masa Tanggap Darurat Longsor Sukabumi Berakhir Minggu

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut masa tanggap darurat penanganan longsor Kampung Adat, Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, berlaku hingga Minggu (06 /01/2018).

"Bupati Sukabumi telah menetapkan masa tanggap darurat penanganan longsor Sukabumi selama 7 hari yaitu 31 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Setiap dari dilakukan rapat koordinasi di posko untuk mengevaluasi dan menyusun rencana penanganan selama masa tanggap darurat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Tim SAR yang berjumlah sebanyak 1054 personel itu berasal dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, pemda, NGO, relawan dan masyarakat. Sutopo menyebut sejumlah kendala masih dialami saat pencarian korban. Sutopo mengatakan kendala utamanya masih berkaitan dengan faktor cuaca yaitu hujan.

"Jika kondisi cuaca cerah maka pencarian korban dapat dilakukan hingga malam hari. Sebaliknya jika hujan dapat menyebabkan evakuasi dihentikan lebih awal," kata dia.

Kendala lainnya adalah masih sering terjadinya longsor susulan meskipun dengan intensitas kecil. Bahkan pada Kamis (03/01/2018) malam terjadi suara gemuruh di lokasi longsor yang disebabkan oleh jatuhnya batu besar yang berada di mahkota longsor. (*)

BERITA REKOMENDASI