Masalah QR Code Hingga Vaksin Booster Jamaah Umroh akan Dituntaskan

Editor: Ary B Prass

JAKARTA, KRJOGJA.com-  Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), serta Telkom selaku operator aplikasi PeduliLindungi membahas sejumlah masalah penyelenggaraan umrah. Salah satunya terkait masalah vaksinasi dosis ketiga atau booster.
“Kami mengajak Kemenkes dan Kemenlu untuk bersinergi dalam upaya diplomasi, agar jemaah yang sudah vaksin dengan dua dosis lengkap tidak perlu lagi menggunakan booster,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Ramadhan Harisman melalui keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).
Okeh karena itu Ramadhan mengatakan pemerintah juga membahas skema jemaah umrah Indonesia apabila diharuskan vaksin booster oleh Arab Saudi. Hal itu perlu diatur dalam ketentuan pemerintah. “Ini akan kami konsultasikan di level pimpinan masing-masing kementerian,” ujar Ramadhan.
Masalah lain yang dibahas yakni terkait quick response code (QR code) sertifikat vaksin Indonesia yang tidak terbaca pada sistem Arab Saudi. Menurut Ramadhan, berdasarkan penjelasan dari perwakilan Telkom, QR code bukan tidak bisa dibaca.
Sistem yang diterapkan pada sertifikat vaksin Indonesia memang sengaja diatur agar menjaga keamanan data penduduk Indonesia. Kebijakan pengamanan data ini berlaku untuk semua negara.

BERITA REKOMENDASI