Masjid Jabal Arofah Selesai Dibangun, Warga Sigi: Terimakasih Pembaca KR

Editor: KRjogja/Gus

SIGI, KRJOGJA.com – Pembangungan Masjid Jabal Arofah Desa Loru Kecamatan Sigi Buromaru Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah sebenarnya sudah selesai. Hanya saja masjid tersebut belum sempurna karena belum memiliki teras.

Sesuai rencana anggaran belanja (RAB) awal, untuk membangun masjid tersebut Tim Dompet KR Peduli Korban Bencana Palu, Sigi dan Donggala memberi bantuan uang tunai Rp 500.030.000.  Namun, karena dalam pelaksanaannya terjadi penambahan luas, maka anggaran tersebut tidak mencukupi untuk sampai membangun teras keliling.

"Kalau tidak terjadi penambahan luas bangunan,  bantuan dana dari Dompet KR sudah cukup untuk membangun sampai teras keliling " kata H Sudiarto, pelaksana pembangunan Masjid Jabal Arofah. 

Karena itu, dana bantuan dari Kadinda DIY yang dititipkan ke Dompet KR diarahkan untuk menyempurnakan bangunan tersebut. Hal ini sesuai dengan persetujuan pengurus Kadinda DIY saat bersilaturahmi kepada direksi KR. 

Selanjutnya oleh Koordinator Dompet KR, Ahmad Luthfie, dana tersebut diserahkan kepada Bupati Sigi Irwan Lapatta, Kamis (12/12). Dana tersebut kemudian dikelola sendiri oleh panitia pelaksana pembangunan Masjid Jabal Arofah.  

"Atas nama masyarakat Sigi saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Kadinda DIY yang telah membantu pembangunan masjid untuk warga kami, " kata Bupati Irwan Lapatta usai secara simbolis menerima dana Rp 135.840.000.

Bupati Sigi secara simbolis menerina dana bantuan dari Wapemred KR. Foto: Istimewa 

Sudiarto selaku ketua tim pelaksana pembangunan menyatakan akan memaksimalkan penggunaan bantuan tersebut untuk menyempurnakan masjid. "Kalau untuk membangun teras empat sisi plus satu kamar dan satu gudang, RAB-nya mencapai Rp 539.000. Tapi dengan adanya bantuan ini kami sudah berterimakasih sekali, " kata Sudiarto. 

Selama ini masjid tersebut sudah digunakan, baik untuk salat wajib lima waktu berjemaah, untuk kegiatan TPA, maupun untuk Jumatan. Dalam masjid memang bagus, lantai granit, dan plafon eternit indah. Di samping pengimaman terdapat mihrab kayu jati berukir seharga Rp 16.000.000. Terpasang juga jam digital. 

Menurut Rifa'i, panitia pembangunan yang juga ketua RT setempat, pada Ramadan lalu masjid  tersebut sudah mulai digunakan, termasuk untuk salat tarawih setiap malam. Begitu juga saat Idul Fitri dan Idul Adha, sudah untuk Salat Id. "Alhamdulillah, masjid ini jadi amal jariyah para dermawan pembaca KR, " kata Rifa'i. (Fie) 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI